Toyota Safety Sense untuk Indonesia, Ini Kata TAM

Dewasa ini New Car Assessment Program seperti Euro NCAP, JNCAP, hingga NHTSA juga meniliai sistem keselamatan preventif disamping uji tabrak. Raksasa otomotif seperti Toyota semakin banyak memproduksi mobil dengan Toyota Safety Sense atau sistem keselamatan preventif Toyota. Soal penerapannya di Indonesia, berikut pernyataan PT. Toyota Astra Motor.

“Memang Toyota memiliki berbagai teknologi canggih dalam hal safety.” ujar Yoshihiro Nakata, Presiden Direktur PT. TAM, “Untuk Indonesia kami selalu berpikir, penggunaan atau pemanfaatan teknologi terbaru tadi dan juga price-nya itu kita harus menjaga keseimbangan sesuai dengan kebutuhan di Indonesia.” tambahnya.

Akhir-akhir ini semakin banyak mobil di negara maju yang sudah memakai sistem keselamtan preventif. Berawal dari situasi dan kondisi lalu lintas, pada akhirnya membuat permintaan mobil dengan sistem tersebut semakin tinggi. Untuk mobil Toyota seperti Alphard, Voxy, hingga Camry yang baru diluncurkan di Indonesia sudah menjadi kelengkapan standar di Jepang.

Raksasa otomotif Jepang seperti Toyota, Honda, dan Subaru termasuk gencar dalam sistem keselamatan preventif bahkan terbaik dalam penilaian ASV JNCAP. Raksasa otomotif Jepang ini gencar dalam sistem keselamatan preventif tujuannya agar kecelakaan lalu lintas berkurang hingga 0%. Setegas-tegasnya peraturan lalu lintas di negara maju, kecelakaan bisa saja terjadi kapanpun dan oleh karena itu mereka akan tetap berupaya menguranginya.

Di Indonesia sistem keselamatan preventif baru sebatas introduksi seperti Honda dengan HONDA SENSING-nya di GIIAS 2018. Melalui VR-nya, dijelaskan bagaimana HONDA SENSING bekerja mencegah terjadinya benturan. Teknologi ini besar kemungkinan akan menyebar secara luas dan bukan hal tidak mungkin jika menjadi penilaian ASEAN NCAP.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.