Test Drive Toyota Sienta, Teman Keluarga Sejati

Toyota melahirkan Sienta sebagai salah satu mobil pilihan bagi keluarga, karena dapat mengakomodasi 7 orang penumpang. Melihat tampilan eksterior, Sienta terlihat cukup besar namun memberikan kesan elegan.

Bagian depan Sienta terlihat cukup manis dengan paduan warna dari grill krom, dan bagian plastik berwarna hitam doff yang semakin membuat aura dinamisnya terpancar ketika melihatnya. Sisi samping dan bagian buritan juga mewah, loh!

Memasuki bagian kabin, Sienta seakan menyapa pengemudi dengan dashboard mewah yang memberikan kesan futuristik. Hal itu dapat dilihat dari paduan warna hitam dengan aksen silver. Head unit berukuran 7 inchi berlayar sentuh juga memberi kesan mewah dengan paduan warna silver. Yang asyik, pengemudi dapat membuka pintu samping lewat tombol yang ada di bawah stir. Jika pintu dirasa membuka cukup lama, tinggal matikan saja elektronik lewat tombol on off yang ada.

Menduduki bangku pengemudi, busa yang tertanam pada Sienta terasa empuk, dengan lingkar kemudi yang pas untuk digenggam. Sebagai pengemudi, kami merasa kaca depan dari Sienta memiliki visibilitas yang baik. Kacanya cukup lebar dengan kemiringan yang pas. Hal tersebut juga kami rasakan ketika harus melihat spion, pandangan ke belakang cukup luas tetapi sayang kaca spion tengah cukup kecil sehingga sedikit menyulitkan jika Sienta diisi penuh oleh penumpang.

Sienta berbekal mesin 2NR-FE dengan Dual VVT-i berkapasitas 1.497 cc, 4 silinder segaris yang dapat mengeluarkan tenaga hingga 105 hp dengan torsi maksimal 140 Nm @4.200 rpm. Mesin tersebut berkencan dengan transmisi otomatis 7 percepatan yang sudah mengadopsi Sport Sequential Shiftmatic. Posisi tuas persneling Sienta cukup rendah tetapi tetap mudah dijangkau.

Ketika mobil melaju karakter mesinnya tidak terlalu menghentak, bisa dibilang sangat smooth. Sangat cocok untuk karakter perkotaan. Bicara tarikan awal, memang Sienta kurang responsif tetapi memasuki rpm 4.000 tenaga mesin baru dapat dikail dengan mudah dengan perpindahan gigi yang halus. Namun jika gas diinjak dalam-dalam, raungan mesin terdengar hingga kedalam kabin.

Melaju di jalanan bebas hambatan, Sienta dapat diajak berlari hingga 130 km/jam. Tetapi ketika melaju di atas kecepatan 110 km/jam mobil terasa sedikit limbung, mungkin saja karena bentuknya yang boxy. Melibas tikungan, mobil ini memberikan handling yang mantap. Kawalan yang diberikan oleh suspensi McPherson Strut dengan kombinasi coil spring dengan stabilizer membuatnya bergerak dengan leluasa. Kontur jalan rusak dilalui dengan mulus, suspensinya cukup keras namun masih dalam tahap wajar.

Fitur berkendara yang tertanam pada Sienta cukup menarik, mulai dari Hill Start Assist Control yang dapat menjamin mobil agar tak meluncur saat berhenti di tanjakan, rem ABS, dan Vehicle Stability Control yang membuat handling terasa mantap saat melaju di tikungan. Sebagai peranti keamanan, Toyota memberikan 7 sabuk pengaman dengan dua airbag di bagian depan.

Duduk di bangku baris kedua terasa sangat nyaman, posisi reclining bangku yang diberikan juga membuat penumpang terasa rileks. Tetapi untuk penumpang dengan tinggi badan di atas 170 cm, duduk di baris ketiga tidak disarankan karena jarak yang diberikan cukup sempit untuk ruang kaki, namun lega untuk ruang kepala. Membawa banyak barang? Jangan ditanya lagi, Sienta memiliki fitur Dive in Seat yang membuat bangku di baris ketiga dapat dilipat hingga rata lantai. Cocok deh buat keluarga yang suka bepergian dengan banyak barang.

Sienta hadir dengan 4 varian mulai dari E, G, V dan tipe Q sebagai varian tertinggi. Mobil yang dijual mulai dari Rp 230 Juta hingga Rp 295 Juta ini layak dijadikan sebagai teman keluarga. Memuat banyak penumpang dan barang dengan konsumsi bahan bakar yang irit menjadi salah satu andalan dari Sienta.