Tesla Model Y: SUV Elektrik Entry Level dari Tesla

Setelah meluncurkan sedan dan SUV mewah Model S dan X. Pabrikan mobil elektrik asal California Tesla bersiap memasuki pasar masal entry level dengan meluncurkan model keempat yaitu Model Y melengkapi sedan Model III.

Tesla sendiri berencana menawarkan Model Y dalam 4 model yaitu Standard Range sebagai model terendah seharga $ 39 ribu atau sekitar Rp 551 juta. Namun model ini baru akan tersedia pada musim semi 2021.

Sedangkan pada awal produksi Model Y yang dimulai pada musim gugur 2022. 3 varian akan ditawarkan yaitu Model Y Long Range yang memiliki daya jelajah hingga 482 km dalam satu baterai penuh dan memiliki performa 0-100 km/jam dalam 5,5 detik menuju top speed 209 km/jam. Varian ini dibanderol mulai dari $ 47 ribu atau sekitar Rp 665 juta.

Varian kedua yaitu Model Y Dual Motor AWD yang memiliki 2 motor elektrik. Walaupun varian ini memiliki daya tempuh yang lebih rendah yaitu 450 km. Tetapi performa mobil meningkat yaitu 0-100 km/jam dalam 4,8 detik menuju top speed mencapai 217 km/jam dan dibanderol seharga $ 51 ribu atau sekitar Rp 721 juta.

Terakhir adalah varian Model Y Performance, dengan motor elektrik ganda yang lebih bertenaga sehingga akselerasi 0-100 km/jam dapat ditempuh dalam 3,5 detik saja! Top Speed naik hingga 249 km/jam dengan jarak yang sama yaitu 450 km. Varian termahal ini dibanderol sekitar $ 60 ribu atau Rp 849 juta.

Sementara desain Model Y terlihat seperti Model III namun dengan desain yang lebih tinggi layaknya SUV. Seperti Tesla lainnya, Model Y memiliki layar infotainment 13 inci khas Tesla di depan serta panoramic roof. Model Y juga memiliki opsi 7 kursi untuk mengangkut penumpang tambahan.

Di Indonesia sendiri Tesla tidak memiliki ATPM resmi namun importir umum Prestige Image Motorcars menjadi yang pertama dalam mengimpor Tesla dan sudah mengimpor Model S, X dan yang terakhir berencana mendatangkan Model III.

Mobil Tesla pun sudah dimiliki beberapa orang di Indonesia Salah satu pengguna Tesla di Indonesia adalah Ketua DPR Bambang Soesatyo yang memiliki sedan Model S. Sayangnya Tesla terganjal oleh aturan pajak Indonesia yang memberatkan mobil impor. Namun kedepannya sistem pajak mobil Indonesia akan berbasis emisi sehingga mobil elektrik bisa bebas pajak.

Akankah kita melihat lebih banyak Tesla di jalan raya Indonesia? Sampaikan pendapat anda dibawah ini.

Baca Juga:

Prestige Motorcars Siap Datangkan Tesla Model 3 Di Indonesia, Berapa Harganya?

Konstruksi Pabrik Tesla Shanghai Dimulai! Serta Inden Model 3 Dibuka di Eropa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.