Road to BBI Legend Festival: BMW Isetta, si Kecil Penyelamat BMW

Tidak terasa kurang dari 5 hari lagi sebelum acara HUT ke 2 komunitas Bimmerbenz Indonesia (BBI). Nah sesuai namanya Legend Festival, BBI berencana memamerkan mobil-mobil yang termasuk “legenda”.

Legendanya sendiri terbagi menjadi dua, yaitu mobil-mobil unik yang melegenda di seluruh dunia dan langka tidak hanya di Indonesia tetapi juga incaran kolektor. Yang kedua adalah mobil-mobil legenda komunitas, yaitu mobil yang menjadi saksi hidup turing BBI se-Indonesia.

Untuk hari ini kita akan membahas mobil yang menjadi salah satu ikon BMW dan konon menyelamatkan BMW dari kebangkrutan. Ironisnya mobil ini bukanlah mobil asli desain BMW, mungkin beberapa sudah dapat menebak Isetta.

Setelah Perang Dunia 2, BMW sedang dalam keadaan yang buruk, pabrik utamanya di Eisenach selain di bom sekutu. Kini disita oleh pasukan Soviet sebagai pampasan perang. Akhirnya BMW pindah ke Munich dan karena pembatasan sekutu, maka BMW tidak diizinkan membuat kendaraan bermotor.

Untuk menyambung hidup BMW mengerjakan berbagai macam proyek, bahkan membuat panci! Untungnya larangan tersebut dicabut dan pada tahun 1951 BMW diizinkan membuat kendaraan bermotor lagi.

Awalnya mobil yang dibuat BMW merupakan mobil mewah, sayangnya ekonomi Jerman belum pulih sehingga warganya banyak yang tidak mampu. Selain itu pasar ekspor masih belum begitu mengenal merek BMW yang asing.

Daripada pusing mendesain mobil sendiri, BMW beralih kepada perusahaan pembuat AC dan Kulkas asal Italia ISO yang memproduksi sebuah mobil kecil murah bermesin motor bernama Isetta. Gayung bersambut akhirnya BMW membeli lisensi Isetta.

Rupanya BMW ingin mengambil ceruk pasar “Bubble Car” mobil murah bermesin motor yang memenuhi Eropa pasca perang. Beberapa modifikasi dilakukan kepada Isetta, diantaranya mengganti mesin asli dengan mesin sepeda motor BMW R25.

Akhirnya Isetta diluncurkan pada tahun 1955, dan karena Bubble Car didaftarkan sebagai motor, maka pajak yang dibayarkan cukup rendah. Dalam waktu kurang dari 8 bulan, 10 ribu Isetta telah diproduksi.

Salah satu keunikan mobil ini adalah pintunya yang hanya tersedia satu, yaitu didepan dan ketika pintu dibuka maka kolom setir ikut bergerak dan memudahkan pengemudi untuk keluar. Tampilan Isetta yang ramping membuat orang mengira bahwa Isetta adalah mobil tiga roda, walaupun betul bahwa Isetta diproduksi dalam konfigurasi tiga roda. Mayoritas Isetta memiliki 4 roda dengan roda belakang lebih pendek dari didepan.

Isetta sendiri awalnya ditenagai mesin 250cc namun pada tahun 1956 mesin tersebut dinaikkan menjadi 300cc. Dengan tenaga 13 dk dan torsi sebesar 18 Nm. Isetta dapat melaju hingga 85 km/jam.

Walaupun margin keuntungan Isetta kecil, pendapatan dari Isetta akhirnya digunakan untuk membuat mobil kompak BMW setelah perang pertama yaitu BMW 700, akhirnya BMW 700 diganti oleh seri Neue Klasse dan sejarah tercipta.

Di Indonesia Isetta sendiri tidak pernah dijual resmi, namun dipercaya setidaknya ada 3 unit Isetta se-Indonesia dan Bimmerbenz Indonesia akan memamerkan salah satunya pada acara HUT ke-2 Bimmerbenz Indonesia yang akan digelar pada 26 Januari 2019 di Telkom Landmark Tower di Jakarta.

Ingin tahu mobil bintang lainnya yang akan menghadiri acara ultah Bimmerbenz Indonesia? Tunggu liputannya hanya di Autodigest.

Baca Juga:

Ini Dia Rencana Maxindo untuk Mengembangngkan Renault di Indonesia!

Renault Asia Pacific Kini Menunjuk Maxindo sebagai ATPM Renault di Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.