Nissan Skyline 400R, Reinkarnasi Skyline Sports!

Nissan mengeluarkan varian performa tertinggi sedan kompak eksekutifnya yakni Skyline 400R. Kehadiran Skyline 400R bisa dikatakan sebagai reinkarnasi Skyline Sports seperti ER34 di akhir 90-an setelah vakum sekitar 18 tahun namun bukan sebagai reinkarnasi Nismo 400R. Nama variannya memang mirip dan mengingatkan Nismo 400R namun makna 400R dalam Skyline lebih kepada memaksimalkan kesenangan mengemudi.

Eksterior seperti Skyline facelift pada umumnya namun bedanya ada di spion dan desain pelek 19 inci dengan ban 245/40RF19 94W. Dibalik roda terdapat rem cakram berkaliper aluminum berdiameter lebih besar yang meningkatkan kestabilan pengereman setelah berkecepatan tinggi. Interior berkarakter sporti-elegan dengan jahitan corak ketupat di pinggir dan tidak ada trim kayu di dasbor dan sebagian door trim.

 

Dibalik kap mesin terdapat mesin 3000cc twin-turbo V6 berkode VR30DDTT bertenaga maksimum 405 PS/6400 rpm dan torsi maksimum 475Nm (48.4kgfm) melebihi arti dari penamaan 400R tersebut. Basis mesinnya memang seperti VR30DDTT non-400R namun  improvisasi jeroan yang membuat tenaganya meningkat. Seperti peningkatan boost, modifikasi sistem Valve Timing Control (VTC), meningkatkan limit rotasi pada turbo rotation system, dan improvisasi sistem pendinginan air pada intercooler.

Sektor kaki-kaki tentunya mendapat improvisasi seperti intelligent dynamic suspension yang sokbreker bekerja mengontrol pengendalian secara elektrik membuatnya lebih stabil. Suspensi tersebut bekerja menjaga bodyroll, membantu menajamkan setir terutama ketika di tikungan konsekutif, serta memberikan kenyamanan di berbagai permukaan jalan. Direct adaptive steering membuat kontrol ke sudut ban menjadi lebih presisi sehingga menambah grip ketika menikung.

Skyline 400R dihargai mulai dari 5.523.120 Yen dan hanya tersedia transmisi otomatis 7-percepatan dengan penggerak roda belakang. Fitur ProPILOT 2.0 absen di 400R dan varian V6 Turbo lainnya karena ProPILOT 2.0 hanya ada di varian hybrid. Tidak begitu menjadi soal lantaran performa mesinnya di jalan tol lebih dinikmati ketimbang cruise control-nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.