NIO ES6: Satu Lagi SUV Elektrik Tiongkok Penantang Tesla

Nampaknya Tesla tidak kesulitan mencari lawan di pasar mobil elektrik, salah satunya adalah NIO yang telah meluncurkan model ketiga setelah EP9 Supercar elektrik dan ES8 yang merupakan SUV besar. Kini NIO meluncurkan ES6 yang merupakan SUV menengah, apa saja keunggulan NIO ES6?

Salah satu fitur NIO ES6 yang unik adalah penggunaan dual motor dengan sistem yang berbeda. Yaitu high efficiency permanent magnet (PM) di depan dan high performance induction motor (IM) dibelakang. Motor PM sendiri bekerja di kecepatan rendah dan menengah dan motor IM bekerja pada kecepatan tinggi.

Dengan konfigurasi ini, NIO mengklaim sebagai produsen mobil elektrik pertama yang menggunakan kombinasi ini dan menjamin efisiensi yang tinggi. Kombinasi kedua motor ini dalam spesifikasi teratas dapat menghasilkan 536 dk dan torsi sebesar 725 Nm! Walaupun Tesla mampu menghasilkan tenaga lebih banyak. NIO menganggap bahwa tenaga ini sudah cukup besar untuk penggunaan sehari-hari.

Untuk urusan performa, varian dengan baterai opsional 84 kWh dapat menempuh hingga 510 km menurut metode pengetesan NEDC. Untuk akselerasi 0-100 km/jam dapat ditempuh dalam 4,7 detik menuju top speed 200 km/jam. Untuk varian standar denganĀ  baterai 70 kWh dapat menempuh jarak 410 km. NIO tidak mengutip berat mobil namun mengkonfirmasi penggunaan serat karbon dan bahan komposit lainnya untuk menjaga berat ES6.

Bagian dalam mobil terlihat layaknya tren mobil elektrik dengan layar besar multifungsi dengan sistem AI NIO Pilot. Varian standar dilengkapi dengan suede sementara itu kulit ditawarkan sebagai opsi serta lounge suit dan sistem pengharuman interior otomatis layaknya Mercedes-Benz S-Class.

Di Tiongkok ES6 dibuka dari RMB 358 ribu atau sekitar Rp 746 juta, sementara itu varian menengah dimulai dari RMB 398 ribu atau sekitar Rp 825 juta dan varian termahal dengan baterai 84 kWh dimulai dari RMB 448 ribu atau sekitar Rp 929 juta. NIO sendiri sudah membuka buku pemesanan dari 15 Desember 2018 dengan pengantaran pertama dijadwalkan pada bulan Juni 2019.

Berbeda dengan berbagai macam startup lainnya, NIO kini sedang membuat pabrik baru setelah produksi ES8 dilakukan pihak ketiga. NIO sendiri melaporkan ES8 sudah diproduksi sebanyak 9 ribu unit sejak peluncuran ES8. Selain itu supercar EP9 sering disebut sebagai pemegang rekor lap Nurbrugring namun karena tidak diproduksi banyak, EP9 tidak dianggap mobil produksi.

Untuk sementara NIO baru menjual mobilnya di Tiongkok, namun NIO berencana memasuki pasar AS dan telah mendirikan anak perusahaan disana. Akan menarik untuk melihat apakah NIO akan masuk pasar Indonesia terutama karena sistem perpajakan baru yang membuat mobil elektrik memiliki pajak terendah.

Baca Juga:

Toyota Camry 2019: Seberapa Menguntungkan?

Toyota Camry 2019: Armada Baru untuk Eksekutif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.