Mengenal Craftsmanship Carbon Fiber Bodywork Autospot

Dalam acara gathering SpeedLoverz bersama Moty’s di Spring Club Gading Serpong, bengkel bodywork Autospot juga turut mendukung gathering tersebut. Autospot membawa beberapa karya carbon fiber buatannya mulai dari kursi serta meja booth hingga diffuser untuk McLaren MP4-12C. Dilihat dari bagaimana Autospot berpameran, termasuk juga kehadiran pemiliknya, terdapat kesempatan untuk mengenal sebagian craftsmanship carbon fiber bodywork Autospot.

“Yang pasti lebih ringan dari aslinya, lebih kuat. Saya lupa hasil timbangannya kalau tidak salah bedanya hampir 2 kiloan.” ujar Edwin Adjisatryo pemilik bengkel Autospot di bilangan BSD.

Edwin, pemain bodywork sejak tahun 1996, juga terlibat dibalik pembuatan satu paket aerokit buatannya berbahan carbon fiber yaitu KARMA. Diluncurkan ketika IMX 2018, aerokit ini dibuat untuk dijual dengan harga sekitar 3000 USD dan salahsatu pembelinya dari Amerika Serikat. Material carbon fiber-nya seperti supercar dengan berat sekitar 320 gsm serta corak lebih tegas.

Setidaknya IAM Final 2018 menjadi debut award bodykit KARMA dengan Best Bodykit-The Clean & Classy dan Best Custom Bodykit. Hal ini membuktikan bahwa sebetulnya industri lokal bisa membuat produk aftermarket yang bisa diterima pasar global, meskipun tergantung kreativitas dan beraninya membuat produk untuk mobil apa. Cerita Edwin mengenai kunjungan di SEMA dan bertemu dengan pemilik perusahaan bodykit asal Jepang Liberty Walk bisa menjadi salahsatu kiat sukses sekaligus optimisme bagi industri lokal.

“Bikin ginian (bodykit Liberty Walk) mah semua bengkel Jakarta bisa, ini karena logonya brand udah dikenal dan pasangnya kebetulan di mobil-mobil supercar.” ujar Edwin.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.