Kejurnas IMI E-Motorsport, Balap Virtual Semakin Aktual!

Ajang balap mobil virtual atau E-Motorsport semakin dibuat aktual oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) dengan memasukkan sebagai cabang olahraga (cabor) dan akan digodok sebagai kejurnas. Hal tersebut diumumkan dalam IMI Community Gathering di pergelaran Racing Simulator Festival 23 Maret 2019, Mal Mangga Dua, Jakarta. Mengapa IMI tertarik mengambil e-Motorsport sebagai salahsatu cabor bahkan kejurnasnya?

“Sebetulnya Indonesia itu punya atlet E-Motorsport sudah lama.” ujar Indra Ferryanto, Ketua Komisi IMI e-Motorsport. “Seperti contohnya Rama (Andika Rama Maulana), inilah salahsatu contoh sebagai pembalap yang sekarang menjadi pembalap bener, berasal dari gamer.” tambahnya.

Semenjak akan ditetapkan sebagai kejurnas, tentunya e-Motorsport juga akan dibuat layaknya cabor IMI dengan mobil sungguhan. Salahsatunya penentuan pembalap e-Motorsport seeded dan non-seeded. Selain itu, e-Motorsport IMI juga akan diberlakukan Kartu Izin Start (KIS) seperti balap mobil sungguhan yang berarti akan diberlakukan juga sporting code-nya.

Salahsatu keunggulan utama dalam E-Motorsport adalah lebih murah dan juga lebih aman untuk meniti karir balap sehingga layak menjadi alternatif. Selain itu tingkat kerealistisan simulator balap dengan balap sungguhan setidaknya sudah 90%. Itulah sebabnya E-Motorsport bisa menjadi jalan untuk terjun ke ajang balap sungguhan seperti Andika Rama Maulana.

Manufaktur seperti McLaren memakai cara ini dalam mencari test driver-nya dan orang yang mereka cari tidak memiliki latar belakang pembalap sungguhan. Selain itu Toyota juga merangkul Polyphony Digital selaku pencipta software Gran Turismo (GT) dalam pengadaan E-Motorsport GR Supra GT Cup. Sebelumnya Nissan pernah memakai cara yang sama seperti McLaren ditambah program GT Academy dimana Rama adalah salahsatu alumninya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.