Jakarta Custom Culture 2018, Dari Seni Sampai Penggemar Arloji

Ajang modifikasi Jakarta Custom Culture (JCC) datang lagi. Acara yang mempertemukan penggemar kustom dan modifikasi ini akan digelar di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, pada 27-28 Oktober 2018.

Tahun ini, JCC mengangkat tema “Drive, Ride, Rock n Roll”. Penanggung Jawab Jakarta Custom Culture Andry Agus Adrian menjelaskan bahwa tema ini mengajak penggemar budaya kustom untuk memiliki jiwa muda bebas berkarya dalam mengekspresikan diri.

“‘Drive, Ride, Rock n Roll’ memiliki arti apapun yang dijalani, apapun ide yang dimiliki, apapun hasil sebuah karya itu semua patut dibanggakan,” ujar pria yang akrab disapa ‘Black’ ini.

Diselenggarakan pertama kali di Parkir Selatan Senayan Jakarta, pada Agustus 2016, JCC langsung menyulut minat custom enthusiast dari berbagai wilayah di Indonesia. Tahun berikutnya, JCC diselenggarakan selama dua hari pada 21-22 Oktober 2017 di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta dengan mengusung konsep Old School Vs New School.

Pada tahun ketiga penyelenggaraan JCC ini, konsep yang ditampilkan akan berbeda dengan menghadirkan unsur custom culture lifestyle lebih banyak dari sebelumnya. Jika dalam dua penyelenggaraan sebelumnya modifikasi motor dan mobil mendominasi, kali ini penambahan unsur kerajinan tangan, fashion, foto dan seni akan menyemarakkan acara hasil kolaborasi Jakarta Hot Rod n Classic Community (JHCC) dan Punakawan Digital Media.

“Di tahun ketiga ini kami ingin memperluas lagi wawasan budaya lifestyle custom supaya masyarakat Indonesia lebih mengetahui tentang dunia kustom di Indonesia,” kata Black.

Selain menampilkan karya-karya kustom dan modifikasi, JCC 2018 juga menyajikan Art Custom, Custom Diecast, Builder Chats, Builder Performance, custom bicycle, parade dan panggung musik.

Beragam komunitas juga akan ambil bagian dalam acara ini mulai dari komunitas penggemar sepatu, jam tangan, sepeda, motor dan mobil. Acara ini di sponsori Bukalapak, Bank BJB, IIMS, dan Artic.

“Siapapun yang datang ke JCC bisa dipastikan akan jajan ide, bagaimana melihat sesuatu yang mungkin belum pernah dilihat atau ditemui sebelumnya,” kata Suryo Utomo, spoke person Jakarta Custom Culture 2018.