Inilah Perjuangan KARMA Menembus Pasar Jepang!

Asosiasi modifikator dan aftermarket Indonesia atau NMAA berpameran produk aftermarket lokal dalam pergelaran Osaka Auto Messe (OAM) 2019. Termasuk juga bodykit lokal KARMA yang tampil perdana di Indonesia Modification Expo 2018. Semenjak Jepang merupakan negara dimana industri bodykit sangat maju, tanpa mobil sungguhan untuk display, inilah perjuangan KARMA menembus pasar Jepang.

“Kita baru mulai promo di Jepang dan basically masuk Jepang terbilang lebih susah karena mereka sangat bangga dengan local pride-nya.” ujar Kiki Anugraha, representatif KARMA.

Antusiasme KARMA sendiri di OAM 2019 terbilang bagus dan itu terlihat dari pengunjung lokal di OAM 2019 mencoba salahsatu merchandise-nya. Walau hanya merchandise, setidaknya menjadi awal yang bagus paling tidak masyarakat Jepang mengenal KARMA dari merchandise-nya dulu. Tak kalah penting, nama Indonesia akan terbawa semenjak produk lokal.

 

KARMA merupakan bodykit hasil kolaborasi firma desain Monaco dan Kiki Anugraha selaku pemilik Toyota 86 yang menjadi bintang Instagram lantaran banyaknya jumlah like dan follower. Bodykit tersebut terbuat dari material carbon fiber kelas dunia dan ditangani oleh bengkel spesialis carbon fiber, Autospot. Bodykit KARMA sendiri sudah menembus pasar ekspor seperti AS dan Timur Tengah namun menjadi tantangan besar untuk pasar Jepang.

Industri aftermarket Jepang sudah teramat kuat, terlebih Jepang merupakan salahsatu negara expertise untuk bodykit. Untuk produk aftermarket non-Jepang memang relatif sulit diterima pasar Jepang terutama kalau bukan merk global atau selain bodykit. Oleh karena itu akan menjadi sebuah kebanggaan besar apabila bodykit Indonesia mampu menembus pasar Jepang yang artinya sekarang kita doakan saja semoga dapat menembus pasar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.