Ini Dia Kabar Esemka Terbaru, Sudah Siap Produksi?

Lama tidak terdengar, nasib perusahaan mobil nasional Esemka kini muncul lagi, dalam suatu program eksklusif Kompas TV Cerita Indonesia dengan produser Fitri Oktarini membuka sebagian tabir Esemka, bagaimana ceritanya.

Dalam program ini kru Cerita Indonesia mengunjungi pabrik Esemka di Desa Demangan, Boyolali, Jawa Timur dimana seluruh proses produksi mobil diperlihatkan kepada kru Cerita Indonesia. Terlihat mayoritas produksi adalah pickup kecil sekelas Carry.

Dalam dokumenter yang sama, dijelaskan pabrik Esemka dibagi menjadi beberapa bagian untuk proses produksi dan perakitan 2 jenis mesin yaitu bensin dan Diesel. Saat ini pabrik Esemka memiliki kapasitas produksi 40 unit per hari. Perlu dicatat bahwa proses ini disebut pra-produksi dimana kapasitas produksi tidak mencerminkan kapasitas asli.

“Di pabrik ini kami ada Diesel line, gasoline line, monocoque line, lalu nanti yang akan datang itu ada welding dan body painting. Untuk Diesel difungsikan merakit mesin Diesel 1.8 L, 2.5L, dan 2.7L, untuk yang bensin itu untuk kapasitas 1.2 (liter) dan 1.3 (liter),” ucap Dias Iskandar Saputra Manajer Produksi PT Solo Manufaktur Kreasi.

Sedangkan dalam dokumenter terlihat produksi 2 model pickup bermesin 1.200 cc dan 1.300 cc sekelas Carry. Dias mengklaim bahwa kandungan lokal pickup ini mencapai 60%. Apabila melihat daftar kendaraan Esemka yang diserahkan ke Kemenperin. Spesifkasi ini cocok dengan pickup Bima. Dalam daftar tersebut Bima akan ditawarkan dengan mesin 1.2 dan 1.3 bensin dan 1.8 Diesel. Untuk transmisi hanya akan ada manual dan penggerak belakang saja.

Uniknya Dias mengatakan bahwa model pickup ini sudah lulus uji emisi dan siap jual. Walaupun sebelumnya terdapat informasi dari Kemenhub bahwa hanya satu model Esemka yaitu SUV Garuda 1 yang lulus uji emisi Euro IV.

Seperti kita ketahui sejak Oktober lalu pemerintah mengumumkan bahwa seluruh kendaraan produksi Indonesia harus memenuhi standar Euro IV. Belum jelas apakah Esemka telah berhasil memodifikasi kendaraan ini

Terakhir adalah pihak Esemka mengkonfirmasi bahwa Esemka adalah hasil investasi swasta dan bantuan dari pemerintah terbatas pada legalitas dan perizinan. Selain itu Esemka tetap menjalin kerjasama dengan SMK seperti yang terlihat dari proses produksi dimana mayoritas pekerjanya adalah lulusan SMK atau bagian dari Praktek Kerja Lapangan.

“Pengelola investasi kami pihak swasta murni, tapi kami juga mendapat dukungan dari pemerintah, seperti dari segi legalitas dan perizinan. Target ke depan kami ingin menjadi perusahaan yang dapat menjadi wadah bagi lulusan SMK dan universitas politeknik di Indonesia,” Kata Sabar Budhi Humas PT Solo Manufaktur Kreasi.

Jelas pembaca Autodigest, bahwa Esemka merupakan proyek swasta tanpa dukungan pemerintah seperti yang digembar-gemborkan. Apakah Esemka mampu memproduksi dan menjual mobil di Indonesia? Sampaikan pendapat anda dibawah ini.

Baca Juga:

Mengenal SAF, Esemka versi Malaysia

Gagal Tes Emisi, Esemka Hanya Jual 1 Model Saja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.