Classic Car Festival 2018: Mengenang Kebangkitan Otomotif Jepang!

Jakarta Custom Culture 2018Indonesia Diecast Expo 2018

Classic Car Festival 2018 mengangkat tema “Japanese Vintage Year 1989” karena tahun 1989 merupakan awal kebangkitan industri otomotif Jepang. Memanfaatkan momen harga aset yang menggelembung di zamannya, para pelaku industri otomotif menyematkan sejumlah inovasi terbaru pada mobil produksinya.

Sesuai temanya, pergelaran event mobil klasik ini akan terfokus pada mobil-mobil yang diluncurkan pada tahun 1989. Industri manufaktur yang notabene host dan co-host acara akan menampilkan mobil yang diluncurkan pada tahun 1989 dan memiliki pengaruh global. Seperti misalnya Toyota dengan Celsior atau Lexus LS400, Mazda dengan Eunos Roadster-nya, hingga Nissan dengan Skyline GT-R R32-nya.

Meskipun tema utamanya adalah “Japanese Vintage Year 1989”, event ini tetap akan ada mobil klasik era pre-war atau post-war. Seperti misalnya Ford Model T, Horch 853, dan Jaguar E-Type. Selain itu nantinya akan ada parade mobil klasik yang diperkirakan sebanyak 100 mobil.

Toyota Automobile Museum selaku host memiliki filosofi untuk melewati batas antara pabrikan dan merek, bersama dengan semua penggemar mobil, dan memberi perhatian pada warisan mobil. Selain itu juga untuk mempromosikan budaya otomotif Jepang dalam mengantisipasi masa depan yang menampilkan mobil dan orang-orang. Museum ini menjadi tuan rumah berbagai kegiatan dalam ruangan dan sejumlah acara, termasuk festival mobil klasik, untuk mengkomunikasikan filosofi ini ke seluruh dunia.

Buat para pembaca Autodigest apabila tanggal 17 November 2018 posisinya sedang di Tokyo, kalau bisa mampir ya.Tepatnya di Meiji Jingu Gaien Park Shinjuku, Tokyo, Jepang.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.