C-HR Hybrid Masuk Indonesia, Non-Hybrid Bagaimana?

PT. Toyota Astra Motor (TAM) baru-baru ini meluncurkan varian hybrid SUV kompaknya, Toyota C-HR untuk pasar Indonesia. Selain penampilannya yang spec-up, harganya-pun mulai dari 523.350.000 Rupiah, lebih mahal 30 juta dengan non-hybrid. Bisa menjadi pertanda bahwa mobil hybrid harganya akan lebih masuk akal, namun semenjak selisih 30 juta, bagaimana dengan C-HR non-hybrid?

“C-HR hybrid melengkapi varian C-HR 1.8. Jadi dua-duanya tetap ada.” ujar Rouli Sijabat, Manajer PR PT. TAM.

Dari sejak PT. TAM memasarkan mobil hybrid pada tahun 2009, minat masyarakat terhadap kendaraan berteknologi hybrid terus meningkat setiap tahunnya. Penjualan Camry hybrid yang terus meningkat menjadi pertanda, padahal waktu peluncuran model barunya, selisih dengan non-hybrid 193,6 juta Rupiah. Meskipun pangsa pasarnya masih relatif kecil dibandingkan kendaraan non-hybrid, pertumbuhan pasar kendaraan hybrid cukup signifikan.

Seperti diketahui, saat ini pemerintah tengah menggodok berbagai aturan untuk mengimplementasikan program Low Carbon Emission Vehicle. Diantaranya pemerintah akan memberlakukan carbon tax melalui mekanisme insentif dan dis-insentif tarif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) berdasarkan emisi CO2 kendaraan. Semakin rendah emisi CO2, tarif PPnBM yang dikenakan juga semakin rendah dan dengan demikian perilisan C-HR diharapkan berdampak positif atas kebijakan tersebut.

 

C-HR Hybrid menggunakan engine 2ZR-FXE bertenaga 100 PS yang dikombinasi motor listrik bertenaga 36 PS. Sebagai kendaraan elektrifikasi ramah lingkungan, konsumsi bahan bakar C-HR Hybrid lebih efisien 62% dibandingkan varian konvensional sehingga emisi CO2-nya juga lebih rendah sekitar 60%. Hybrid tersebut dilengkapi dengan electric vehicle mode yang membuat baterai menggerakkan mobil sedangkan mesin konvensional tidak bekerja sama sekali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.