Alfa Romeo Yang Terkurung di Rubanah Ini Terjual Seharga Rp 9 Miliar!

Pembaca mungkin mengenal kata barnfind yaitu istilah mobil yang telah dilantarkan dan ditemukan kembali. Namun sepertinya Alfa Romeo ini lebih tepat disebut basement find karena mobil ini terjebak selama 35 tahun di ruang bawah tanah (rubanah)! Yang lebih hebatnya lagi mobil ini langsung laku hingga Rp 9 miliar! Ingin tahu ceritanya?

Berita ini pertama kali disebar lewat laman grup Facebook Giulia & 105 Series. Konon mobil ini awalnya dimiliki seorang mekanik yang hendak merestorasinya. Namun karena lift rubanah rumahnya rusak, maka mobil ini dibiarkan menjogrog selama 35 tahun.

Alfa Romeo yang ditemukan ini bukanlah sembarang mobil tetapi sebuah Giulietta Sprint Zagato (SZ) yang merupakan mobil hasil pengembangan seri Giulietta yang legendaris. Awalnya mobil ini dibuat untuk balap ketahanan Le Mans dengan bodi membulat aerodinamis yang lebih ringan.

Hasilnya mobil ini hanya memiliki berat sebesar 785 kg, Giulietta SZ menggunakan mesin 4 silinder segaris 1.300cc yang menghasilkan tenaga 100 dk. Walaupun tenaga tersebut tidak besar menurut standar modern, mobil ini mampu menembus 200 km/jam dan memenangkan balap termasuk kelasnya di Le Mans.

Giulietta SZ pun akhirnya dijual ke publik mulai tahun 1960 dan dibuat secara tangan oleh karoseri Zagato. Hanya 217 unit Giulietta SZ yang pernah dibuat dan salah satunya adalah mobil tahun 1962 yang berakhir di rubanah ini.

Karena si mekanik tidak meninggalkan surat warisan, maka pemerintah Italia mengambil mobil ini dan melelangnya. Karena kondisi mobil yang masih orisinil dan sejarahnya yang unik, Giulietta SZ ini terjual seharga 537 ribu Euro atau sekitar Rp 9 miliar!

Apakah pembaca Autodigest memiliki cerita barnfind seru di Indonesia? Sampaikan cerita anda melalui komen dibawah ini.

Baca Juga:

Vuhl 05RR: Mobil Track Day Untuk Jalan Raya dari Meksiko

Electric Muscle, Dodge Challenger Mau Jadi Hybrid?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.