Alat Pengurai Kemacetan, Efektifkah Untuk Perkotaan?

Walaupun bukan pemenang utama Toyota Eco Youth (TEY) 11, Alat Pengurai Kemacetan merupakan proposal yang kontekstual dengan isu kondisi lalu-lintas di perkotaan termasuk ibukota. Kreasi SMK Texar Klari Karawang, Jawa Barat tersebut berawal dari Karawang yang pagi dan sore kerap macet semenjak kawasan industri. Dengan proposal yang mengantarkannya juara 2 TEY kategori sains, efektifkah kreasi tersebut untuk perkotaan?

Pertama lihat dari mekanisme bagaimana alat tersebut mengurai kemacetan seperti yang diproposalkannya. Alat pengurai kemacetan mengatur waktu nyala lampu lalu-lintas yang memakai programmable logic control (PLC) melalui photosensor menggantikan fungsi dari timer. Photosensor tersebut mendeteksi kendaraan yang akan menjadi mata untuk menentukan kapan harus merah ataupun hijau.

Ketika photosensor mendeteksi kepadatan kendaraan di radius tertentu, lampu akan kuning ke hijau, begitu sudah tidak ada kepadatan lampu akan kuning ke merah. Untuk radius kepadatannya sendiri akan diatur sesuai sikon lalu lintas sesuai standar lampu lalu-lintasnya. Photosensor terpasang di setiap titik perempatan dan akan bekerja dengan sistem prioritas kepadatan lalu-lintas.

Misalnya diterapkan ke lampu lalu-lintas sesungguhnya, tentu sensornya akan berbeda dan kemungkinan modelnya seperti sensor pintu seperti di gedung atau pusat perbelanjaan. Untuk pengaturan PLC akan disesuaikan berdasarkan ketentuan dinas perhubungan (Dishub) setempat seperti standar mekanisme lampu lalu-lintas pada umumnya. Diperkirakan tergolong efektif menggantikan fungsi timer yang kurang adaptif, namun sudah sejauh mana dukungan untuk diterapkan di perkotaan?

“Kalau dari dishub Karawang sudah approve, dia ingin segera praktikkan.” ujar Nurhayat Arif, Guru Pembimbing Proyek Alat Pengurai Kemacetan. “Cuma harus ada pembiayaan banyak untuk pemasangan seperti ini.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.