Toyota Rush TRD Ultimo, Pilihan Mudik yang Sporty

0
530

Melaju tenang dengan ban 16 inci bertelapak lebar. Penuh percaya diri saat menikung dan melaju di jalan lurus dalam kecepatan yang cukup di dalam kota. Begitulah kesan pertama saat mencoba Toyota Rush TRD Ultimo, yang digunakan di dalam kota Jakarta dan jalan-jalan di tepi Ibu Kota, pada pekan kedua di bulan Ramadhan.

Indonesian Motor Show 2018Indonesia International Motor Show

Perpaduan jalan kota dan tepian dipilih karena mewakili pengguna Rush yang umumnya bertempat tinggal maupun bekerja di wilayah tersebut. Ulasan yang kami lakukan, kelak, juga bisa dijadikan referensi bagi mereka yang sedang memilih mobil untuk mudik dan merayakan Idul Fitri.

Interior memberi kesan yang mendalam. Kursi memiliki sandaran duduk dan punggung yang lebar dengan sedikit tekukan di tepi, terasa memeluk tubuh. Tekukan pada tepi tidak setinggi kursi sport, tetapi cukup menjaga tubuh agar tidak mudah bergeser ke kiri atau ke kanan. Dengan tekukan yang rendah, tak menyulitkan pula ketika tubuh digeser keluar dari kabin.

Dari bentuk kursi seperti ini, plus warna hitam dengan tepi garis berwarna merah, dengan mudah dapat dikenali bahwa kendaraan ini membawa tradisi sport. Selain ditandai oleh kursi, nuansa serupa juga dirasakan pada saat tangan menggenggam kemudi. Batang setir yang relatif tebal dan lekukan grip dapat meningkatkan “traksi”.

Selain menjanjikan rasa mengemudi yang menyenangkan, Rush juga memberikan keamanan yang cukup bagi penumpangnya. Selain perlindungan dari kantong keselamatan udara, konsentrasi pengemudi juga diarahkan agar tetap fokus pada situasi jalan di depannya. Hal ini ditunjukkan melalui instrumen meter dengan indikator yang jelas dan mudah terlihat serta sistem operasi audio yang hanya dapat diaktifkan melalui tombol di setir. Tangan pengemudi tak perlu mencari simbol power pada head unit karena bisa menurunkan konsentrasi.

Desain interior terlihat menghibur. Trim pintu menggunakan material plastik dan bahan fabric yang serupa dengan kursi. Pegangan pintunya besar dan vertikal, berwarna perak, kontras dengan trim yang hitam. Namun jangan berharap desain yang menghibur seperti itu dapat dijumpai pada bagian dashboard.

Kotak konsol terlihat datar, jauh berbeda dengan desain setir yang atraktif atau desain tongkat persneling otomatis yang terlihat sporty dan berkelas. Namun itu segera sirna begitu konsentrasi mengemudi di arahkan pada pandangan di jalan raya, menikmati tenaga dan suspensi serta sensasi duduk di kursinya.
Rush yang kami coba adalah model TRD Ultimo tetapi menggunakan velg Rush TRD Sportivo7. Perbedaan keduanya terletak pada sentuhan akhir. Sportivo7 dikelir hitam pada bagian spoke sedangkan Ultimo menggunakan finish yang mengkilap untuk seluruh bagian velg.

Inisial TRD Ultimo lainnya dapat dilihat pada bagian eksterior, yakni bumper depan dan belakang dengan spoiler berdesain khusus, body stripping dan lampu stop pada spoiler belakang bagian atas. Garis merah pada strip di gril depan dan body stripping memberi kesan tegas dan dinamis. Untuk semua tipe Rush, telah menggunakan lampu utama LED dan lampu stop kombinasi merah dan putih.

TRD Ultimo menggunakan mesin yang sama dengan edisi Rush lainnya, yakni 1.500 cc, 4 silinder, DOHC. Tenaga yang dihasilkan adalah 109 PS/6.000 rpm dan torsi 14,4 Kgm/4.400 rpm. Saat dicoba berakselerasi, tarikan terasa panjang. Tenaga pada putaran bawah dan atas, lebih dari cukup untuk stop and go, menyalip kendaraan lain di dalam kota maupun di jalan lintas hambatan.

Selebihnya, coba deh duduk di kursinya sambil menggenggam setir. Dijamin tak sabar untuk memutar kunci kontak, menghidupkan mesin dan segera menekan pedal gas. Brrrmmm….