Suzuki Vitara 2019, Mengapa Ditolak Masuk Indonesia?

0
12469

Suzuki merevisi wajah Vitara. Model segar ini akan dirilis September 2018 sebagai edisi 2019, yang dirancang spesial untuk membekuk dua rival beratnya: Nissan Juke dan SsangYong Tivoli.

Dari sisi desain, perubahan kental ada pada gril vertikal dan sisi bagian bawah bumper yang juga didesain ulang. Penyegaran juga terlihat pada bentuk lampu utama, velg dan beberapa pilihan warna baru.

Di kabin, panel instrumen mendapat desain baru dan sekarang telah terintegrasi dengan layar TFT yang diletakkan di antara lingkaran dial. Panel instrumennya sendiri dikemas dengan plastik yang lembut, yang diklaim sebagai plastik berkualitas yang lebih baik.

Di balik kap mesin tersimpan mesin 3 silinder 1.000 cc dan 1.400 cc yang dilengkapi Boosterjet, menggantikan mesin lama 1.600 cc. Vitara dengan trim SZ4 dan SZ-T dilengkapi dengan mesin Boosterjet 1.000 cc bertenga 109 hp dan ALLGRIP all-wheel-drive tersedia sebagai opsional untuk trim SZ-T.

Trim SZ5 menggunakan mesin Boosterjet 1.400 cc, berbagi dengan Swift Sport. Mesin ini menghasilkan tenaga 138 hp dan torsi 220Nm. Disediakan juga Dual Sensor Brake Support, lane departure warning and Prevention, traffic sign recognition, blind spot monitor dan rear cross traffic alert sebagai perlengkapan standar.

Di Inggris, harganya kelak akan menembus Rp 500 juta. Bila dimasukkan ke Indonesia, harganya bakal unda-undi dengan Toyota Fortuner atau Mitsubishi Pajero Sport, dua SUV yang setingkat di atas Vitara. Fitur keren, tapi coba tanya ke Suzuki Indonesia, bila ditolak untuk dipasarkan di Indonesia, selain soal harga, ada pertimbangan lain?

Baca juga:
Toyota All New Supra 2019 Segera Rilis, Siapa Kebagian?
Suzuki Jimny 2019, Idaman Off Roader Indonesia