Seluruh Dunia Belajar Bikin Mobil Listrik, Gaikindo Kok Pesimis?

Jakarta Custom Culture 2018Indonesia Diecast Expo 2018

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi menilai Indonesia harus memiliki kesiapan yang matang sebelum mengembangkan mobil listrik.  Salah satu persiapan pendukung yang perlu dipertimbangkan adalah membuat baterai mobil listrik.

Nangoi menilai, Indonesia belum mampu membuat baterai mobil listrik sendiri. “Ingat mobil listrik intinya ada di baterai. Tolong siapkan dulu bikin baterainya,” kata Nangoi seperti dikutip Katadata bulan silam.

Pernyataan Nangoi, pensiunan PT Astra Isuzu Motor Indonesia dengan posisi terakhir presiden direktur, agen pemegang merek Isuzu di Indonesia, terdengar menggelitik. Puluhan tahun memimpin Isuzu di Indonesia, seharusnya dia memahami bahwa membuat mobil tidak harus membuat komponennya sendiri.

Toyota Prius, mobil hybrid pertama di dunia yang menggunakan baterai dan mesin konvensional–pengguna pertama ya, bukan penemu baterainya—menggunakan baterai yang dibuat oleh beberapa perusahaan pembuat baterai, diantaranya adalah Panasonic.

Di dunia, kini telah berkembang banyak sekali perusahaan yang membuat baterai untuk mobil
listrik, yang dapat dengan mudah dicari melalui situs pencari google.

Sejalan dengan menjamurnya baterai untuk mobil listrik, seluruh dunia sedang memulai belajar membuat mobil listrik. Daftar pembuat baterainya bisa dilihat di https://en.m.wikipedia.org/wiki/List_of_electric-vehicle-battery_manufacturers.

Baterai-baterai tersebut telah digunakan oleh Toyota, Mercedes-Benz, BMW, Jaguar, Land Rover dan lain sebagainya.

Kita patut bertanya, mengapa Gaikindo menyuarakan nada yang pesimis di tengah hiruk pikuk industri otomotif dunia yang getol membuat mobil listrik, yang bahkan telah melahirkan pemain baru seperti mobil-mobil listrik yang banyak lahir dari China.