Selamat Datang Baterai Mobil Indonesia

Revolusi industri mobil sedang bergulir. Mobil berbahan bakar konvensional akan berganti menjadi mobil listrik. Seluruh industri mobil di dunia sedang melakukan hal yang sama, yaitu belajar membuat baterai sebagai tenaga untuk mobil listrik.

Baca juga: Berapa Dana Untuk Memproduksi Mobil Listrik Nasional?

Begitu pula dengan Indonesia. Pemerintah mendorong industri di dalam negeri untuk melakukan pengembangan industri baterai. “Ini tahapan awalnya, dengan kandungan utama nikel sebagai bahan baku baterai. Saat ini, kita punya tambang nikel yang besar di Sulawesi,” ujar Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kemenperin, Putu Juli Ardika.

Bila Indonesia berhasil mengembangkan baterai, maka Indonesia tidak lagi menjadi sebagai negara yang tertinggal di bidang otomotif, seperti halnya industri mobil berbahan bakar konvensional, yang telah berusia lebih dari seabad. Padahal pabrik mobil sudah ada di Indonesia sejak 1927.

Baca juga: Rekomendasi Mobil Listrik KPK, Gaikindo: Baterai Harus Didaur Ulang 10-15 Tahun

Dengan produksi baterai sendiri, maka ketergantungan impor baterai, kelak, bisa dikurangi. Sebaliknya, Indonesia mempunyai peluang untuk melakukan ekspor baterai. Karena itu, pemerintah pun akan menyiapkan pasar baterainya, di dalam negeri maupun di luar negeri.