Sapuangin, Mobil Ciptaan ITS Mengukir Prestasi Dunia

Jakarta Custom Culture 2018 Jakarta Custom Culture

Sapuangin, mobil ciptaan ITS Team 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengukir prestasi dunia melalui keberhasilannya meraih gelar juara dunia dalam Drivers’ World Championship (DWC) di Sirkuit Queen Elizabeth Olympic Park, London, Inggris, beberapa waktu lalu.

Sapuangin dinobatkan sebagai mobil tercepat dan terhemat. Tempat kedua dan ketiga masing-masing diduduki tim Sask Eco UC dari Kanada dan tim INSA de Toulouse dari Perancis.

Dalam ajang balap mobil hemat energi ini, wilayah Asia diwakili oleh tiga tim yang semuanya dari Indonesia. Selain ITS, ada tim Semar Urban dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan tim Garuda dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Sapuangin berhasil melaju di lintasan trek sepanjang 6,7 km dengan variasi elevasi naik turun antara tiga hingga 12 meter. “Ada yang setia menjaga kecepatan dalam strategi yang terukur karena race berlangsung dalam 10 lap. Sapuangin termasuk salah satunya,” kata Billy Firmansyah, Manajer Nonteknis Tim Sapuangin ITS.

Tim Sapuangin ITS memasang strategi dengan terus menggunakan kecepatan sedang di lap awal. Driver harus mengatur kecepatan yang tak boleh lebih dari 40 km/jam agar efisiensi energi menjadi seimbang.

Sebelum melaju ke London, tiga tim dari Indonesia itu memenangkan kejuaraan final DWC Asia 2018 yang dihelat usai Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2018 di Singapura, Maret lalu. Kemenangan itu menjadi tiket melaju ke grand final DWC di London, bertarung dengan tiga besar dari berbagai wilayah lain sedunia.

Baca juga:

Desainer Sandy Hartono, Dari Mercedes-Benz Hinggap di Hyundai Eropa

Desainer Indonesia Abeng Lyman, dari VW Terbang ke Boeing