Roy Suryo: Semarak, Peringatan 23 Tahun Jakarta Morris Club

Jakarta Custom Culture 2018Indonesia Diecast Expo 2018

Matahari masih malu-malu menampakkan diri selepas hujan yang sempat mengguyur Ibukota semenjak siang harinya, namun syukur Alhamdulillah tepat pukul 3 sore WPP (Waktu Patung Panahan), cuaca cerah mengiringi iring-iringan mobil anggota Jakarta Morris Club (JMC) yang bergerak meninggalkan area Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan, menuju kawasan Puri Kembangan, Jakarta Barat, tempat puncak peringatan HUT ke-23 JMC.

Saya selaku wakil dari Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) beruntung bisa “menyusup” di antara rombongan JMC semenjak dari area Senayan, karena meski belum menggunakan merek Mini, namun mobil Mercedes-Smart ForTwo Cabriolet yang saya kendarai tampak tidak canggung untuk bergabung dan berbaur karena sama-sama tergolong mobil yang “imut dan lucu”.

Sesampainya di Lippo Mall Puri Kembangan kami langsung dipersilakan naik ke area Parkir P3 kemudian menuju Area Parkir Terbuka yang disebutnya Roof Top Parking dan saling menata mobil dengan rapi di area tersebut. Dari rencana 100-an mobil yang diperkirakan hadir, ternyata animo acara ini sangat luarbiasa. Tercatat ada sekitar 150-an mobil yang memenuhi area ini, mulai dari tipe klasik seperti Mini 1000, 1250, Traveller, Minor, Moke hingga Mini tipe baru yang kesemuanya tampak menyatu dengan mobil-mobil tamu undangan lainnya, seperti Mercedes “Kebo”, Alfa Romeo, Dodge, Range Rover Evoque dan tentu saja Mercedes Smart-for-Two Cabriolet.

Sebagaimana disampaikan oleh Ketua JMC sekarang, Pak Hartono Gunawan, acara ini merupakan “pemanasan” dari rencana menggelar acara akbar tahun depan bertajuk Mini Day, yang diharapkan bisa meraup lebih banyak peserta lagi. Hal ini bukannya tidak mungkin karena anggota dari Klub JMC adalah pemilik kendaraan “Mr Bean” (sebagaimana sebagian kalangan menyebutnya demikian, karena tokoh lucu dari Inggris tersebut memang menggunakan tipe mobil ini dalam banyak film televisinya).

Di Indonesia ada sekitar 300-an, belum lagi pemilik mobil tersebut yang belum menjadi anggota JMC. Hadir juga Klub Germo Tuwo (GERombolan MObil TUWO) dari Jogja, Euroretro serta tentusaja klub-klub sejenis dari JMC ini seperti IndoMini, Mini Inc, BMOC, Mini Own Com, Jogja Morris Club, dan Semarang Morris Club dengan berbagai tipe dan varian Morris Mini.

Sementara khusus dari PPMKI sendiri hadir Mas Cecil B Cilanu (Ketua PPMKI Jakarta) beserta beberapa anggota PPMKI lainnya seperti Sandy Kurniawan, Saddam Miftah, Anton Mulyana dan tentu saja saya selaku Penasehat dari PPMKI Pusat. Ketika saya diminta memberikan sambutan, selain mengucapkan selamat HUT ke-23 juga memberikan semangat kepada semua anggota JMC khususnya dan klub-klub lain pada umumnya agar tetap semangat berkegiatan otomotif meski berbagai kendala menghadang, mulai dari wacana penstopan perpanjangan STNK mobil kuno (yang serius) hingga rumor dilarangnya pelajar sekarang pakai “mini” ke Sekolah (secara berkelakar, karena memang pelajar sebaiknya tidak menggunakan ”
mini” karena seragam sudah ditentukan sebatas lutut).

Selanjutnya acara resmi dilaksanakan dengan pemotongan tumpeng kegiatan oleh Ketua JMC, Pak Hartono yang diserahkan kepada anggota Senior sekaligus Pendiri JMC yakni Pak Amrih Sahri (yang juga merupakan anggota PPMKI). Setelah tumpengan kemudian dilakukan juga pemotongan kue taart 23 tahun JMC yang kebetulan potongannya diserahkan kepada saya selaku wakil dari PPMKI. Terima kasih!

Acara kemudian diteruskan dengan santap malam dan hiburan serta pembagian door prize. Sekali lagi selamat kepada JMC, jadilah klub otomotif yang tidak hanya bermanfaat ke dalam tetapi juga bisa memberikan nilai tambah atau positif kepada masyarakat. Sampai jumpa di acara acara selanjutnya.

Catatan pandangan mata oleh KRMT Roy Suryo, Minggu 04 September 2016