Rekomendasi Mobil Listrik KPK, Gaikindo: Baterai Harus Didaur Ulang 10-15 Tahun

Jakarta Custom Culture 2018 Jakarta Custom Culture

Beberapa waktu lalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan surat rekomendasi soal mobil listrik kepada Presiden RI, Joko Widodo. Dalam surat tersebut berisikan saran agar Indonesia juga turut memiliki mobil listrik secara nasional.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohanes Nangoi mengatakan jika ada dua tantangan utama yang akan dihadapi dalam mewujudkan mobil listrik.

Baca juga: GIIAS 2018 Dipastikan Akan Ramai Mobil Listrik

“Hadirnya mobil listrik memang memiliki dua tujuan, yakni mengurangi emisi gas buang dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Itu memang bagus,” ujar Nangoi dalam konferensi pers GIIAS 2018 di Jakarta, Selasa (22/5).

Menyoal yang pertama, Nangoi mengatakan jika langkah yang dilakukan guna mengurangi emisi gas buang harus dilakukan secara menyeluruh. Bukan hanya berasal dari mobilnya saja, tetapi faktor sumber energi yang akan dipakai juga berpengaruh.

Baca juga: Penjualan Mobil Lesu, Astra: Pak Jokowi Tak Berikan Dampak ke Masyarakat Bawah

“Kalau sumber listrik sudah menggunakan bahan yang low emisi, itu memang bagus sekali. Misalnya menggunakan tenaga angin atau air. Tetapi kalau masih memakai batubara ya emisi yang dihasilkan masih tetap tinggi,” sambungnya.

Menyoal yang kedua, karena mobil listrik menggunakan baterai, jadi harus didaur ulang setiap 10 atau 15 tahun. Proses daur ulang tersebut menjadi salah satu kendala, karena Indonesia belum dapat melakukan hal tersebut.

Baca juga: Harga Rp 2 Juta Dapat Koper Whale Carrier, Mau?

“Kalau baterainya tidak di daur ulang dan dibuang begitu saja, tujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan ramah tidak akan tercapai,” kata Nangoi.

Saat ini mobil listrik yang ada di berbagai dunia sudah menggunakan baterai Lithium ion. Hingga saat ini, negara yang sudah dapat membuat dan mendaur ulang baterai tersebut baru ada 3, yakni China, Korea Selatan dan Jepang.

Baca juga: FAW Senya M80, Toyota Avanza Versi China, Nih!

“Kalau Indonesia bisa membuat itu, kita masuk deretan negara yang bisa mendaur ulang baterai. Itu sangat bagus sekali,” ujarnya.