Pontiac GTO The Judge 1969, Napas Dipompa 11 Tahun

Jakarta Custom Culture 2018 Jakarta Custom Culture

Kala itu Albert Oesef menginjak usia 13 tahun. Ia mengidolakan sebuah mobil bermesin besar dengan kelir merah merona pada sekujur bodi. Mobil yang diimpikan memang tak semudah yang dibayangkan untuk membangunnya, karena harus memakan waktu selama 11 tahun hingga selesai pada 2017 lalu.

“Bangun mobil ini kira-kira 11 tahun sejak saya masih SD kalau nggak salah. Dulu dapat Pontiac GTO tahun 1969 ini hasil bayaran dari membangun mobil Chevrolet Impala tahun 1967. Begitu Impalanya selesai, saya dan ayah dibayar pakai bodi dan chassis Pontiac GTO ini,” ujar Albert saat ditemui AutoDigest pekan lalu.

Baca juga: Honda Civic Coupe 1979, Kenangan Sirkuit Ancol

Proses pengumpulan part dan aksesoris

Perlahan-lahan Albert dan sang ayah mengumpulkan parts dan aksesoris dari Pontiac GTO ini. “Dulu pas dapat bisa dibilang kondisinya sangat mengenaskan. Akhirnya kita kumpulin beli spare part, aksesoris sama mesin. Proses ngumpulinnya juga mudah, karena mobil ini cukup populer di luar negeri makanya parts dan aksesorisnya cukup banyak,” sambungnya.

Mesin masih menggunakan aslinya, hanya saja beberapa parts diubah ke parts racing agar tenaga dapat terdongkrak maksimal. Saat ini mesin yang bersemayam dibalik kap mesin menggunakan Chevy 455 berkapasitas 7.500 cc, V8, bigblock dengan transmisi GM 4L80E 4 percepatan otomatis.

Baca juga: Chevy ‘Nomad’ 1957: Menguji Kedigdayaan Menuju Sabang

Karena mesin sudah bertenaga besar, sistem pengereman pun juga di upgrade. Albert memang menginginkan mesin bertenaga besar, yang sesekali bisa dinikmati saat jalanan aman, atau setidaknya terhibur dengan suara mesinnya,”Kaliper depan pakai punya Porsche, belakang pakai Toyota Hilux”.

Dalam membangun Pontiac GTO ini, Albert menggunakan konsep The Judge. “The Judge itu merupakan tipe tertinggi dari Pontiac GTO pada zamannya. Di bodi sengaja pakai sticker, jadi kalau bosan bisa langsung dilepas lagi tanpa harus memikirkan cat,” kata pria lulusan Atmajaya jurusan Accounting ini.

Baca juga: Dodge Custom D24 Club Coupe 1948, Hai!

Pontiac GTO ini dibangun Albert secara total. Mengingat seluruh parts dan aksesoris didapatkannya secara bertahap. “Mulai dari kaca, kulit jok, stiker, sampai emblem dikumpulin pelan-pelan,” ujar pria 24 tahun ini. Dalam proses pembangunan, Pontiac GTO ini ternyata masih mengadopsi setir kiri.

“Akhirnya diubah jadi setir kanan. Prosesnya cukup rumit, tapi akhirnya sekarang sudah jadi setir kanan yang bisa dibilang perfect lah,” ujarnya. Selama proses pengerjaan, bumper depan menjadi bagian tersulit untuk didapatkan. Bumper depan dibeli dari ebay, itupun dengan kondisi yang tak terlalu bagus.

Baca juga: Holden Statesman 1974 Small Block V8, Tenaga Galak Suara Meledak-ledak!

“Bumper depan beli dari luar, tapi sampai disini kita perbaiki lagi. Bahan bumper depannya itu dari karet, itu jadi bagian tersulit,” timpalnya. Bagian lampu dengan model Hidden headlight juga menjadi kesulitan tersendiri, lantaran ia harus mencari vaccum untuk membuka tutup cover lampu.

Kedepannya Albert berencana untuk mengajak Sang Pengadil ini mengikuti Reli yang diadakan PPMKI di daerah Magelang, Jawa Tengah. “Sengaja dibangun untuk jalan jauh. Paling jauh baru dibawa sampai Bandung aja, pengennya lebih jauh lagi,” tutup Albert. Selamat datang pak hakim!

Baca juga: Tiba di Perancis, Tim Keliling Dunia Indonesia Disemprit Polisi