Menilik Persoalan Pelik Xpander, Ribuan Orang Tak Menjawab Telepon

0
5080

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) sedang meminta seluruh jajaran dilernya untuk melakukan proses validasi. Para pembeli Xpander diklaim tidak mengangkat telfon yang dilakukan oleh Mitsubishi, sehingga menyebabkan proses validasi terhambat.

Indonesian Motor Show 2018Indonesia International Motor Show

Sebanyak 58% dari 7.000 data lebih tidak dapat dihubungi via telfon. Hal tersebut dianggap sebuah hal yang wajar oleh Mitsubishi. “Hal ini merupakan hal yang wajar atau normal mengingat beberapa faktor yang memungkinkan hal itu terjadi,” kata Intan Vidiasari, Head of Public Relations & CSR MMKSI.

Masalah lain yang cukup membuat janggal adalah, para konsumen yang tidak mengangkat telfon. Xpander mencatatkan lebih dari 23 ribu unit pemesanan hanya dalam waktu dua bulan. Konsumen Xpander yang memesan, cukup memberikan tanda jadi (DP) sebesar Rp 5 juta.

Jika konsumen sudah memberikan uang sebesar Rp 5 juta, sebuah pertanyaan besar kembali mencuat di benak kami. Apakah mungkin jika konsumen lupa pernah memberikan uang DP untuk memesan Xpander? Lalu, apakah mungkin jika mereka ‘sengaja’ membuang uang untuk melupakan Xpander?

Hal tersebut dirasa cukup janggal bagi kami. Sejatinya, orang yang ingin membeli sebuah mobil baru sangat tidak mungkin memberikan keterangan palsu seperti nomor kontak, alamat rumah, nomor telfon kantor, atau bahkan KTP.

Jika Anda melakukan SPK, otomatis pihak diler akan meminta data Anda secara lengkap untuk kemudian diproses pada proses selanjutnya. Hal yang sedang dihadapi oleh Xpander ini cukup menggelitik, mengingat banyaknya jumlah orang yang tidak mengangkat telfon untuk diproses lebih dalam.