Masih Ingin Pakai Lampu Rotator?

0
298

Saat ini tengah viral kendaraan yang memakai lampu rotator dan sirine menjadi salah satu permasalahan di jalan raya. Para pengemudi yang menggunakan aksesoris tersebut banyak yang menyalahgunakan sehingga membuat kegaduhan di jalan raya.

Berkaca dari hal tersebut, Polda Metro Jaya bersama dengan POM TNI dan Dinas Perhubungan akan melakukan penindakan dengan menggelar operasi gabungan dengan menyasar para pengguna sirine dan rotator. Operasi yang dimulai sejak Rabu (11/10) kemarin ini digelar hingga 11 November 2017 mendatang.

Polisi menganggap jika penggunaan lampu rotator dan sirine diatur dalam undang-undang pasal 59 ayat 2. Lampu isyarat terdiri dari merah, biru, dan kuning. Untuk warna merah dan biru berfungsi sebagai tanda kendaraan yang memiliki hak utama. Dalam kasus ini adalah institusi kepolisian, pemadam kebakaran, dan ambulans.

Sedangkan untuk warna kuning, diperuntukkan untuk patroli petugas jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, dan derek. Polisi mengingatkan kembali bagi pengemudi yang nekat menggunakan kedua aksesoris tersebut siap-siap untuk dilepas paksa.

Kepolisian beserta jajaranya tengah serius menanggapi masalah ini. Sebelumnya pernah terjadi kawanan komunitas mobil yang menggunakan sirine dan rotator terpantau melakukan pelanggaran. Mereka melakukan pelanggaran dengan melawan arus dan memberhentikan paksa kendaraan di depannya.

Nah, jika Anda masih menggunakan lampu rotator atau sirine diluar kepentingan ada baiknya segera dilepas saja.