Mahesa, Kerbau Besi Petani Yang Tak Di Dukung Pemerintah

0
243

Sukiyat namanya. Ia adalah seorang inisiator untuk mobil pedesaan bernama Mahesa. Mobil pedesaan Kiat Mahesa Nusantara yang dibuat oleh Kiat Motor ini ditargetkan akan memasuki dapur produksi pada bulan Agustus 2018 mendatang.

Dalam membangun sebuah kendaraan nasional, Sukiyat dihadapkan dengan berbagai macam tantangan. Salah satunya adalah tidak adanya dukungan secara langsung dari pemerintah.

Sukiyat membutuhkan dana setidaknya Rp 700 Miliar untuk memproduksi Mahesa yang dalam bahasa jawa berarti Banteng. “Dana ada dari temen-teman investor yang jumlahnya mencapai Rp 700 miliar. Tidak ada support dana dari pemerintah. Support hanya soal perizinan dan regulasinya,” kaya Sukiyat seperti dilansir Liputan6.

Dalam perencanaan, Sukiyat menggandeng 9 Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang bergerak dalam bidang otomotif. “Ada IKM Batur Jaya Ceper untuk pengecoran logam, ada IKM SAS di Solo yang akan memproduksi lampu dan karet, IKM YPTI yang bikin plastik dan percetakannya. Kemudian kita juga merencanakan kerja sama dengan Quick Yogyakarta untuk mesinnya, sedangkan bodi di Kiat motor,” sambungnya.

Mahesa yang akan diproduksi nanti rencananya akan hadir dalam 3 varian. Mulai dari dobel kabin yang akan dijual Rp 70 juta, pikap warna merah seharga Rp 60 juta, dan alat pertanian warna putih seharga Rp 50 juta.

Mobil yang diperuntukkan sebagai angkutan desa ini nantinya akan dibekali dengan perangkat Power Take Off (PTO). “Mobil ini dilengkapi dengan PTO yang mesinnya bisa disambung ke alat petani seperti rice mill dan water pump,” terang Sukiyat.

Mahesa sendiri akan dibekali dengan mesin 650 cc, 1 silinder dengan kecepatan maksimal 55 km/jam. Kecepatannya sengaja dibatasi, mengingat kendaraan ini hanya diperuntukkan sebagai angkutan pedesaan saja nantinya.