Lexus Aristo 1999, Penghuni Grand Galaxi Bekasi

0
577

Siang itu ruas jalan di kawasan Grand Galaxi Bekasi terlihat cukup lengang. Mobil-mobil lalu lalang di tengah cuaca terik. Namun ada satu mobil yang menarik perhatian kami saat sedang melewati ruko di kawasan tersebut.

Perhatian pun tertuju pada Lexus GS300. Lexus GS300 atau yang akrab disapa Toyota Aristo milik seorang pria muda ini memiliki tampilan yang berbeda. Bodinya ceper, dengan model modifikasi bergaya bippu style.

“Iya, mobil ini pakai body kit bippu edition full,” ungkap sang pemilik bernama Gilang Pujangga saat ditemui di Grand Galaxi Bekasi.

Ia mengaku jika Toyota Aristo lansiran tahun 1999 ini merupakan salah satu mobil idamannya. “Dulu sempat pakai Honda Civic EK4 type R. Rasanya bosan aja pakai mobil kecil terus, pengen ganti suasana pakai mobil yang ukurannya lebih besar,” ucap pria yang akrab disapa Egi.

Keinginan tersebut akhirnya terpenuhi setelah akhir tahun 2015 ia mendapatkan Aristo. Ia pun langsung memberikan ubahan di beberapa bagian seperti kaki-kaki, ecu, kompresor dan mesin. Mesin yang tertanam di Aristo miliknya merupakan mesin 2JZ Naturally Aspirated (NA). Mesin berkubikasi 2.994 cc, inline 6, four cam, 24 valve ini sanggup melepaskan tenaga sebesar 228 hp dengan torsi 300 Nm.

“Pertama kali dapat, pas lihat mesinnya ternyata ini 2JZ NA, bukan yang tipe GTE. Dan kondisinya bukan seperti ini. Dulu mesinnya dipakaikan turbo sama pemiliknya yang lama, langsung saya lepas turbonya karena alasan keamanan,” kata Egi yang merupakan anak dari Helmie, pemilik Kedai Built Up.

Selain alasan keamanan, mesin yang sudah tertancap turbo memiliki konsumsi bahan bakar yang besar. Tak ayal jika ia sering mengeluh kala isi dompetnya terkuras habis karena sering mampir ke tempat pengisian bahan bakar.

Bagian interior tak mendapat sentuhan, dengan alasan mengutamakan keaslian. Hanya saja ketika mendapatkan unitnya, unitnya sudah menggunakan perangkat suspensi udara di depan dan belakang. “Waktu awal beli memang sudah ada suspensi udaranya. Ini pakai D2 dengan kompresor ANZ,” sembari menunjukkan letaknya di dalam bagasi belakang.

Velg menggunakan BBS LM berukuran 20 inci dengan lebar 8,5 inci depan dan 9,5 inci di belakang. Kedepannya Egi masih berkeinginan untuk mengganti ukuran velg dengan diameter yang lebih besar dan lebar.

“Pelan-pelan gantinya, soalnya masih banyak yang harus diurus,” pungkasnya. Jika sedang melintasi kawasan Grand Galaxi Bekasi dan melihat Aristo ini, tegur saja Hai Egi!