Lakukan Kecurangan, Kementrian Jepang Hentikan Produksi Nissan

Kabar mengejutkan datang dari salah satu produsen asal Jepang, Nissan. Nissan terbukti melakukan kecurangan yang ditemukan oleh Kementrian Transportasi Jepang yang menyebabkan Nissan Motor harus menghentukan mobilnya untuk pasar Jepang.

Hal tersebut disebabkan oleh kendaraan yang dibuat oleh teknisi Nissan yang tak memiliki sertifikat yang terdaftar di Kementrian Transportasi. Pemerintah Jepang langsung melakukan investigasi terhadap 5 pabrik Nissan.

Investigasi tersebut akhirnya ditemui di 3 pabrik Nissan yang masih menggunakan teknisi yang tak berkualifikasi. “Sangat disayangkan, ini menyebabkan kecemasan pengguna dan sistem sertifikasi. Kami akan bekerja untuk mengetahui seberapa luas praktik tersebut,” kata Keiichi Ishii, Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata.

Penghentian produksi Nissan untuk pasar Jepang ini tidak berpengaruh pada mobil yang dirakit di Jepang untuk pasar ekspor. Akibat kejadian tersebut, Nissan berencana menarik 34.000 unit kendaraan yang dibuat dalam 20 September hingga 18 Oktober 2017.

Hiroto Saikawa, CEO Nissan mengaku meminta maaf akibat kejadian ini. “Saya minta maaf dari lubuk hati saya, ini seharusnya tidak terjadi di dunia manufaktur. Kami siap membayar biaya lebih dari 25 miliar Yen dan menarik 1,2 juta kendaraan (termasuk yang telah dikirim),” ujarnya.

Hiroto berharap jika dalam dua minggu mendatang Nissan dapat melakukan produksi atas persetujuan Kementrian Transportasi Jepang.