Ini Cerita Asli Pemilik dari VW Kodok Seharga Rp 1,5 Miliar

Jakarta Custom Culture 2018 Jakarta Custom Culture

Pada artikel sebelumnya, AutoDigest menceritakan jika ada sebuah VW Beetle 1951 yang pernah ditawar Rp 1,2 miliar. Ketika dikonfirmasi kepada pemilik, ternyata ada sedikit kekeliruan dalam cerita yang AutoDigest sebutkan.

“Kalau ditawar sampai Rp 1,2 miliar sebenarnya bukan begitu ceritanya. Penawaran tertinggi yang sampai ke saya itu hanya Rp 850 juta, itupun kondisi bahan. Tapi kalau ditanya mau dilepas berapa, saya mau jual di angka Rp 1,5 miliar,” ujar Rubita Irianingrum, pemilik VW Beetle 1951 saat menghubungi AutoDigest, Jumat (13/4).

(foto sebelum di restorasi)

Baca juga: Beetle Battle, Perang ‘Kodok’ di IIMS 2018

Wanita asal Malang yang akrab disapa mbak Ning ini mengatakan jika bahan mobil tersebut didapatkan di daerah Tangerang. “Mobil ini saya dapat bahannya dari Tangerang tahun lalu. Yang punya itu dulunya pendeta, soal kelengkapan surat-surat semuanya lengkap mulai dari BPKB, hingga STNK,” sambungnya.

Ning menambahkan,”Harga bahannya memang betul Rp 400 juta. Tapi biaya restorasi bukan Rp 200 juta, tetapi Rp 150 juta. Bagian yang paling sulit dicari waktu saya bangun mobil ini adalah bumper depan dan setir”.

(cat kedua berwarna hijau)

Baca juga: Suzuki Ertiga Terbaru Ternyata Pakai Mesin Ini

Sulitnya mencari aksesoris

Perjuangan Ning untuk mendapatkan stir dan bumper depan harus dibayar harga mahal. Pasalnya, ia mendapatkan kedua barang tersebut dari luar negeri dengan harga total Rp 30 juta. “Waktu itu dikebut untuk bisa ikut Jogjakarta Volkswagen Festival 2018. Waktu ngebangun hanya 1,5 bulan,” ujarnya.

Sebelum di cat berwarna seperti merah maroon saat ini, Ning sempat salah memilih warna. “Ini cat baru sebelum ikut JVWF. Tadinya sudah di cat warna hijau, tetapi saya kurang srek dan ganti warna menjadi seperti sekarang,” kata Ning.

Baca juga: Kenapa Toyota C-HR Lebih Mahal dari Pesaing?

Hingga saat ini, Ning mengaku jika masih ada beberapa bagian aksesoris VW Beetle 1951 yang belum di dapatkan. Jika ditanya apakah akan dijual, Ning mengaku akan melepas mobil ini diharga Rp 1,5 miliar. “Kalau ada yang minat saya mau lepas di angka Rp 1,5 miliar, tetapi untuk harga kolektor mungkin masih bisa dinegosiasi,” tutup Ning.