Gerbang Cibubur dan Cimanggis Tol Jagorawi Hilang, Simak Skema Barunya

0
522
photo: tirto.id

Transaksi pembayaran di jalan tol Jakarta, Bogor, Ciawi (Jagorawi) resmi berubah pada hari Jumat (8/9) besok. Jika sebelumnya di gerbang Cibubur arah Bogor dan Cimanggis arah Jakarta menerapkan transaksi, kini dihilangkan. Lalu bagaimana dengan skema barunya?

Indonesian Motor Show 2018Indonesia International Motor Show

Pihak Jasa Marga akan memberlakukan tarif tol yang seragam mulai dari Cibubur hingga Ciawi. Hal itu diharapkan dapat mengurai kemacetan dan antrian panjang yang disebabkan oleh dua gerbang tol yang sering menjadi penyebab kemacetan tersebut.

“Diharapkan pasca perubahan ini dapat mengurai kepadatan, karena simpul kepadatan di Cimanggis dan Cibubur dihilangkan, sehingga lalu lintas terdistribusi di beberapa titik,” ujar Subakti Syukur, Direktur Operasional 2 PT Jasa Marga (Persero) Tbk dalam keterangan resmi, Rabu (6/9).

Jasa Marga memiliki 5 poin penting yang melatarbelakangi perubahan sistem transaksi ini.

1. Kapasitas transaksi GT Cibubur Utama dan GT Cimanggis Utama sudah tidak memadai lagi khususnya pada jam-jam sibuk sehingga menyebabkan antrean panjang yang kerap terjadi dan pada akhirnya berdampak pada ketidaknyamanan perjalanan pengguna jalan.

Di Jalan Tol Jagorawi ini memang terjadi perubahan karakteristik perjalanan pengguna jalan tol, dimana perjalanan komuter makin bergeser ke arah Bogor, hal ini seiring banyaknya dibangun kawasan perumahan secara masif di sekitar Sentul dan Bogor, sehingga meningkatkan jumlah tingkat hunian disana dan akibatnya meningkatkan jumlah pelaju komuter Bogor ke arah Jakarta atau sebaliknya.

Perjalanan para pengguna jalan komuter ini memiliki karakteristik lalu lintas yang terkonsentrasi pada jam-jam sibuk, baik pagi hari saat berangkat aktivitas maupun sore hari saat kembali ke kediaman Sehingga menyebabkan antrian panjang pada GT Cibubur Utama maupun GT CImanggis Utama, sebagai gerbang tol barrier.

2. Perubahan sistem transaksi ini adalah agar meningkatkan kenyamanan perjalanan, dengan mengurangi frekuensi berhenti untuk transaksi di gerbang tol dari dua kali menjadi satu kali. Dengan demikian dapat menghilangkan masalah keterbatasan kapasitas transaksi di gerbang tol yang menjadi penyebab timbulnya antrian.

3. Perubahan ini juga akan mengurangi beban lalu lintas khususnya di ruas jalan tol antara Cawang s/d Cibubur yang memang sudah sangat padat. Pengguna jalan tol jarak dekat untuk beralih pada rute alternatif atau menggunakan moda angkutan lain yang ada, sehingga lebih mengefektifkan fungsi jalan tol tersebut.

4. Perubahan sistem transaksi ini akan membawa manfaat bagi pengguna jalan tol, berupa meningkatkan kenyamanan dalam menggunakan jalan tol, serta adanya manfaat lain yaitu efisiensi perjalanan, ditinjau dari dua segi, yaitu : efisiensi waktu perjalanan dan efisiensi biaya operasional kendaraan (bahan bakar, keausan kendaraan, dan lain-lain)

5. Perhitungan satu tarif merata dihitung berdasarkan rata-rata panjang perjalanan atau Average Trip Length (ATL) dikalikan dengan tarif per km. Konsekuensi diberlakukannya sistem transaksi terbuka dengan satu tarif merata adalah pengenaan tarif tol untuk jarak jauh/diatas rata-rata panjang perjalanan (ATL) akan terasa adanya penurunan tarif, sedangkan untuk jarak dekat/dibawah ATL akan terasa adanya kenaikan.

Tarif Baru Tol Jagorawi per 8 September 2017

Gol. I : Rp. 6.500
Gol. II : Rp. 9.500
Gol. III : Rp. 13.000
Gol. IV : Rp. 16.000
Gol. V : Rp. 19.500