Fin Komodo: Dicari Mitra Perusahaan Pembiayaan

Fin Komodo memantapkan diri sebagai produk otomotif lokal yang bermain di segmen kendaraan serbaguna. optimisme ini ditandai oleh jumlah pesanan yang terus meningkat. pada pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016 yang berakhir pekan lalu, Komodo telah dipesan sebanyak 10 unit. “Prospeknya bagus,” ujar Ibnu Susilo, Presiden Direktur PT Fin Komodo.

“Memang sudah ada yang menjadi hot prospect, dan ini harus kita tundaklanjuti karena pengunjung IIMS tidak siap dengan dana tunai,” kata Ibnu.

Pada saat ini produk Fin Komodo masih dijual secara tunai karena belum ada perusahaan pembiayaan yang bisa memberikan pembiayaan kepada calon konsumen. Penjajakan untuk bekerja sama sudah dilakukan namun belum membuahkan hasil. Karena itu, Ibnu berharap ada perusahaan pembiayaan yang bisa ikut membiayai agar produk lokal Fin Komodo bisa tumbuh lebih cepat dan dikenal masyarakat.

Perusahaan pembiayaan mempunyai arti strategis dalam meningkatkan penjualan. Dengan skema pembiayaan, konsumen dengan bujet terbatas bisa memiliki kendaraan dengan pembelian yang dibayarkan secara angsuran.

Pada pameran IIMS, Fin Komodo menampilkan tiga tipe yakni versi standar, versi pemadam kebakaran dan versi ambulans. Harganya mulai dari Rp88 juta untuk versi standar, sedangkan untuk versi ambulans dan pemadam kebakaran setingkat lebih tinggi karena memiliki spesifikasi khusus.

Ketiga tipe tersebut menggunakan mesin yang sama yakni KD 250AT, mesin empat langkah 250 cc bertenaga 14 hp dan torsi 17.6 Nm pada 5.500 rpm. Kapasitas bahan bakar di dalam tangki adalah 20 liter dan harus menggunakan bensin dengan RON minimal 92.Transmisi yang digunakan adalah CVT otomatis dengan sistem pengerak roda belakang dan mesin berada di belakang.

Komodo merupakan mobil berkapasitas dua orang penumpang yang dirancang dengan rangka tubular.