Desainer Sandy Hartono, Dari Mercedes-Benz Hinggap di Hyundai Eropa

0
300

Sepulang berlibur dari Jogjakarta dan Bali selama 10 hari terakhir, Desainer Hyundai Eropa Sandy Hartono hadir di booth Hyundai untuk ikut memperkenalkan produk Hyundai terbaru di GIIAS 2016, Kamis 11/8. Sandy juga berkeliling untuk melihat perkembangan model-model merek lain yang dipamerkan. “Banyak model yang baru diluncurkan di Eropa, sudah ada juga di Indonesia,” katanya memberi komentar.

Di GIIAS 2016, Sandy ditemani Mukiat Sutikno, Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) dan Jongkie D Sugiarto, Komisaris HMI. “Senang sekali bisa bertemu Pak Jongkie, perintis Hyundai di Indonesia. Liburan saya jadi lebih berkesan,” katanya. Hanya saja, Sandy tidak bisa berlama-lama. Ia harus kembali ke Jerman keesokan harinya, Jumat 12/8, setelah berlibur di Indonesia lebih dari dua pekan. “Banyak pekerjaan menanti,” katanya.

Untuk tahun ini, salah satu proyek terbaru yang telah diselesaikan Sandy adalah Genesis New York Concept. Mobil ini dikembangkan sejak tahun 2015 dan diperkenalkan di New York Motor show, Maret 2016. Di proyek Genesis, Sandy terlibat secara penuh. Seluruh emosinya dicurahkan. Sebagai interior design section manager, Sandy memimpin dan mengikuti seluruh proses sejak sketsa, clay, data modeling, prototipe akhir, hingga produk jadi yang dipresentasikan kepada publik. “Genesis adalah proyek yang penting bagi Hyundai,” kata Sandy.

Tantangan pada Genesis adalah menginformasikan produk ini sebagai model papan atas yang anggun sekaligus atletis. Mewah tetapi tetap terlihat sporty. Sandy menciptakan dasbor melengkung yang terlihat atletis dengan trim kayu untuk memberi kesan anggun. Interior dilengkapi teknologi terdepan seperti wide curved screen 500 mm dan central control panel berupa mangkuk inovatif berbentuk touch pad.

Sandy Hartono adalah warga Jerman berdarah Indonesia kelahiran Stuttgart 1971, yang bekerja di Hyundai Motor Europe Technical Center (HMETC) Jerman. Sandy memimpin tim interior bersama 10 desainer asuhannya. Ia bertanggung jawab langsung kepada Direktur Desain HMETC Thomas Bürkle, yang sebelumnya pernah bekerja di BMW.

Studio desain HMETC memiliki beberapa departemen seperti desain eksterior, interior, color and trim, CAD, perencanaan desain, desain strategi dan administrasi. Sekitar 50-60 orang bekerja di perusahaan ini, termasuk 30 desainer.

HMETC didirikan Hyundai di Jerman karena negeri ini dikenal sebagai tanah kelahiran otomotif dunia. Jerman memiliki budaya, teknologi dan sekolah otomotif paling berpengaruh. Nuansa itu yang akan dipindahkan Hyundai dengan membangun studio desain di Jerman.

Beberapa model yang lahir di HMETC, diantaranya adalah eksterior dan interior Hyundai Tucson generasi kedua dan ketiga (TL dan LM), interior Genesis G80 (DH) dan G90 (HI), eksterior dan interior i20 (IB), eksterior i40 dan show car dari HED-1 hingga HED-10 serta beberapa model lain yang belum dirilis.

Selain mempunyai perusahaan desain di Jerman dan Korea Selatan, Hyundai juga membuka desain studio di Amerika Serikat, China, India dan Jepang. Di tiap-tiap negara itu, Hyundai mempelajari kultur dan selera masyarakatnya. Dengan berdirinya studio desain di banyak negara, Hyundai dapat mengadopsi budaya dari beragam benua, yang kelak disatukan menjadi desain yang utuh, agar produk yang dihasilkan dapat diterima di seluruh dunia.

Sandy bergabung dengan Hyundai sejak 2004, mengawali karirnya sebagai senior desainer di Hyundai Kia Design Center. Proyek pertamanya adalah Kia Soul Concept yang diperkenalkan dua tahun kemudian, di Detroit Motor Show 2006. Ia juga terlibat dalam desain Kia Ceed Concept, yang ditampilkan pada Geneva Motor Show 2006.

Ia pernah ditugaskan sebagai lead designer untuk interior Hyundai Tucson pada 2006-2008. Ia juga pernah diterbangkan ke Korea sebagai expatriate dalam kurun 2008-2010, untuk menggarap interior Hyundai IX-Metro (HND-5), sebuah small sub-B CUV yang diperkenalkan di Frankfurt Motorshow 2009.

Sandy juga mengembangkan interior Genesis sedan (DH) pada tahun 2011-2012, yang kemudian diluncurkan secara perdana di Seoul sebagai Genesis G80 pada tahun 2013. Pada waktu yang bersamaan, Sandy dan tim juga menggarap interior mobil konsep Ioniq (HED-8) pada tahun 2011-2012, yang dipresentasikan di Geneva Motor Show 2012.

Sebelum bekerja di Hyundai, Sandy pernah bekerja di DaimlerChrysler Advanced Design (DCAD) Italia. DCAD mempekerjakan sekitar 10 desainer interior. Kantornya berupa sebuah vila mewah “art nouveau” yang sebelumnya digunakan Gianni Versace sebelum dibeli Mercedes-Benz. Salah satu proyek yang dikerjakan Sandy di DCAD adalah membuat proposal desain untuk Mercedes-Benz CLK.

Hadirnya DCAD di Italia, menurut analisa Sandy, karena Mercedes-Benz ingin menyerap eksotisme tradisi Italia untuk dipindahkan ke dalam interior Mercedes-Benz. Bruno Sacco, Kepala Desainer Mercedes-Benz pada waktu itu adalah orang Italia. Ia mempunyai ide untuk membuat studio warna dan trim di Como, karena kota ini memiliki sejarah panjang dalam produksi sutera.

Jarak Como ke Milan juga dekat, sehingga ketika ingin mencari gagasan ke Milan, dalam sekejap bisa ditemukan. Milan adalah inspirasi yang baik untuk mengetahui trend fashion dan material. Karena fungsi dan perannya itu, studio desain DCAD Italia menggarap hampir semua ide untuk interior Mercedes-Benz, termasuk mobil-mobil konsep.

Dari pengalamannya yang singkat bergabung di DCAD Italia, ia memahami bahwa merek premium seperti Mercedes-Benz selalu mempertimbangkan material yang tepat, untuk digunakan secara tepat agar menghasilkan persepsi kemewahan dan kualitas. Soal hemat adalah urusan belakangan. Mereka yang bekerja di Mercedes-Benz juga belajar tentang cara untuk melanjutkan tradisi. Berbeda dengan produk Asia, evolusi menjadi aspek penting dalam pengembangan sebuah merek.

Pengalaman bekerja di industri Jerman dan Asia, menyebabkan Sandy dapat menganalisa konsep keduanya. Katanya, Mercedes-Benz dan Hyundai mempunyai filosofi yang serupa. Keduanya menggunakan bahasa desain yang ekspresif, garis yang mengalir dan pendekatan tiga dimensi. Sebagai produk tradisional Jerman, Mercedes-Benz sangat berani dalam melakukan perubahan desain dari model yang satu ke model berikutnya. Meski demikian, Mercedes-Benz tetap konsisten dalam membangun identitasnya, yaitu melalui desain interiornya.

Sebagai orang yang mengenal Hyundai, Sandy mengatakan bahwa pada saat ini desain Hyundai terlihat sangat menonjol dibandingkan dengan mobil-mobil dari merek lain. Banyak orang yang juga mungkin tidak menyangka bahwa Hyundai memiliki desain yang berani dan terlihat khas.

Dibangun melalui bahasa desain Fludic Sculpture, atau desain yang mengalir, Hyundai telah berubah menjadi model dengan desain yang mengejutkan. Resepnya, antara lain memadukan kultur dunia melalui studio desain yang didirikan di banyak negara. “Hasilnya, tak hanya desain yang ekspresif, tapi juga bisa diterima di dunia,” kata Sandy.