Desainer Indonesia Abeng Lyman, dari VW Terbang ke Boeing

Volkswagen (VW) sedang memantapkan rencananya untuk merealisasi mobil listrik VW Microbus, yang akan diproduksi dan dijual sebelum akhir dekade ini. Versi konsepnya yakni The BUDD-e sudah diperkenalkan pada pameran Consumer Electronics Show 2016 di Las Vegas, Amerika Serikat, pada awal tahun 2016.

Desain The BUDD-e mengambil inspirasi dari VW Bus, minibus buatan VW yang diproduksi pertama kali pada tahun 1949. Volkswagen bukan baru sekali ini membuat mobil konsep berbasis VW Bus. Pada tahun 2001, VW telah memperkenalkan konsep VW Bus yang baru. Salah satu desainernya adalah Abeng Lyman, orang Indonesia lulusan sekolah desain otomotif Pasadena Art Center College of Design di Pasadena, Amerika Serikat, 1998. “Lulus sekolah, saya langsung bergabung di perusahaan desain VW/Audi Design Center California (DCC),” katanya.

DCC adalah kantor desain milik VW yang berkantor di Simi Valley, California, yang kemudian gedung kantornya pindah ke sebelah Santa Monica Airport. Meski lokasi kantor DCC jauh dari kantor pusat VW di Jerman, tapi DCC memberi pengaruh dan input yang cukup besar kepada VW. Hal ini ditunjukkan dengan diserahkannya Beetle Concept 1 dan Audi TT Concept untuk dilahirkan di Simi Valley. Keduanya didesain oleh desainer Amerika yang dipimpin Freeman Thomas, yang selanjutnya desain produksinya dikerjakan di Jerman.

Semula DCC hanya menggarap proyek desain VW dan Audi, tapi bersamaan dengan berpindahnya ke kantor baru dekat Santa Monica Airport, DCC direstrukturisasi menjadi VW Group Design Center California. Proyek yang digarap menjadi lebih luas, tidak terbatas hanya VW atau Audi saja tapi juga merek lain di bawah VW seperti Lamborghini, Bentley, Porsche, Ducati, Seat dan lain-lain.

Di DCC, salah satu proyek favoritnya adalah membuat konsep 2001 VW Microbus.
Mobil ini mengambil spirit dari VW Bus atau VW Kombi yang lama digabung dengan bentuk yang mewakili gaya hidup California dengan selancar atau surfing. Hidung segitiga VW Bus lama tetap dibawa, dengan bentuk lebih modern. Selain sebagai aksen, juga menjadi kap mesin sehingga tak kentara bahwa mesin mobil ini berada di depan. “Ada trik desain, jadi kelihatannya seperti Kombi lama dengan mesin di belakang,” kata Abeng.

2001 VW Bus Concept
Ketika 2001 VW Microbus diumumkan untuk diproduksi, penggemar VW dan dealer VW sangat antusias. Mereka berharap Kombi model baru ini benar-benar dapat diproduksi dan dipasarkan. Pada tahun 2003, mobil ini ditetapkan untuk masuk ke dapur produksi, tapi dibatalkan karena restrukturisasi di organisasi VW. Bujet dialokasikan untuk produk mobil lainnya.

Selain 2001 VW Microbus, Abeng juga terlibat dalam beberapa model lainnya, seperti mendesain Passat Performance CC yang diperkenalkan pada tahun 2008 dan VW Ragster Concept yang diperkenalkan pada tahun 2005. Pada proyek Ragster, Abeng Lyman bertugas sebagai lead designer.

2005 VW Ragster Concept
Ia juga terlibat dalam proyek B-SUV (Cross Blue program), proyek bersama antara Kantor Pusat VW Jerman dan DCC. Produknya adalah SUV 7 seater yang saat ini masih dalam tahap produksi dan kemungkinan baru tahun depan memasuki pasar. Yang menantang dari Proyek B-SUV adalah desain memakai sasis yang sama dengan VW Passat. Hal ini sangat menguntungkan dari sisi produksi, karena bisa dibuat di pabrik yang membuat Passat. Investasi menjadi efisien dibanding harus mendirikan pabrik khusus untuk memproduksi SUV.

Tantangan lain adalah sulitnya mendesain SUV dengan DNA VW dan selera masyarakat di Amerika. Nilai rugget/tough, modern, berbau teknologi Jerman dan sporty harus melekat kuat. Sementara itu, VW belum mempunyai pengalaman membuat SUV dengan sejarah yang panjang. VW memang sudah punya SUV, yakni Touareg dan Tiguan, tapi masih sangat baru. Karena itu, Proyek B-SUV yang desainnya juga mendapat input besar dari desain tim DCC meninggalkan kenangan tersendiri.

Sebagai desainer yang bekerja di Grup VW, Abeng mendapat keleluasaan untuk menentukan kendaraan yang menjadi alat transportasinya. Selain itu, VW employee leasing program bagi yang bekerja untuk VW/Audi Amerika sangat terjangkau. Itu sebabnya, setiap 6 bulan sampai 1 tahun, ia mengganti mobilnya. Selama 14 tahun bekerja di DCC, ia menikmati sekitar 30 VW dan Audi. Mobil yang dikendarainya antara lain VW R32 Gen 2, Touareg, Audi A5 Convertible, TT dan A6.

Abeng bekerja di DCC selama empat belas tahun, dari Januari 1999 sampai tahun 2012. Karirnya diawali sebagai desainer, senior desainer dan asisten kepala desain. Ia menjadi orang pertama dan satu-satunya orang Indonesia yang bekerja di DCC. Di Grup VW, Abeng menjadi orang Indonesia kedua yang bekerja sebagai desainer. Sebelumnya ada Chris Lesmana, yang hingga saat ini masih bekerja sebagai desainer di VW Jerman.

Setelah meninggalkan VW, Abeng berkarir secara independen selama 2,5 tahun. Mulai tahun lalu, ia bergabung di perusahaan konsultan desain industri Teague, yang menjadi partner desain dengan Boeing Group. Teague membuat desain khusus untuk Boeing karena Boeing tidak memiliki in-house design. Seluruh pekerjaan desain interior diserahkan kepada Teague.

Pengalaman Abeng Lyman Mendesain Mobil dan Pesawat Terbang
Teague adalah perusahaan desain industri tertua di dunia, saat ini usianya telah menginjak 90 tahun. Teague mempekerjakan sekitar 300 karyawan. Teague sudah berkolaborasi dengan Boeing selama 70 tahun, yang menghasilkan interior Boeing 707 sampai 787. Saat ini Abeng dan tim sedang menggarap generasi baru 777 untuk penyerahan tahun 2018.

Abeng, alumni SMA Ricci Jakarta itu, sebelum mengenal dunia desain industri, adalah lulusan bidang Computer Science dari University of California, Berkeley – 1993. Ketika sedang menjalani perkuliahan di semester akhir, ia baru mendengar bahwa ada sekolah desain otomotif. Sejak kecil ia memiliki hobi gambar terutama mobil. Untuk mencapai impian sebagai desainer, ia memutuskan untuk mengambil S1 yang kedua di bidang Transportation Design di Pasadena Art Center College of Design – 1998.

Ia mengaku dunia desain adalah passion dan masa depannya. Mendesain mobil atau pesawat terbang, keduanya mempunyai tantangan yang sama menyenangkan. Di masa lalu, BJ Habibie adalah ahli pesawat terbang Indonesia. Di masa mendatang, kita berharap kokpit yang kosong itu dapat segera diduduki Abeng Lyman.


2001 VW Bus dan VW Bus pertama buatan tahun 1949


Abeng Lyman bersama 2001 VW Bus Concept di Detroit Motor Show


VW Passat CC Performance Concept 2008


Interior Boeing 787 yang didesain oleh Teague