Bersenang-senang dengan Toyota C-HR di Tanah Tandus

0
598

Seperti yang sudah kami ceritakan sebelumnya, Autodigest berkesempatan untuk merasakan impresi berkendara dari Toyota C-HR di Ancol pada hari ini, Kamis (3/5). Di sesi kedua, kami diam-diam membawa satu unit Toyota C-HR ke tanah lapang yang tandus untuk disiksa.

Pada sesi pertama jujur saja saya sedikit kesulitan mencari informasi mengenai rasa berkendara yang diberikan oleh C-HR. Tanpa waktu lama, langsung saja yuk dibahas.

Baca juga: Menjinakkan Toyota C-HR di Ancol, Bagaimana Rasanya?

Tanah lapang yang ada di kawasan Ancol ini pun langsung kami jadikan ‘lahan bermain’ bagi saya dan C-HR. Kontur jalan bergelombang dengan batu dan pasir ini tentunya menjadi kesulitan tersendiri. Saya pun langsung menginjak gas dalam-dalam untuk mengetahui bantingan yang dihasilkan.

Ternyata seperti impresi di sesi pertama, bantingan yang dihasilkan C-HR di jalan bergelombang dan berbatu ini juga empuk. Suspensi depan dan belakang bekerja dengan maksimal sehingga memberikan kenyamanan saat melibas jalanan rusak.

Baca juga: Wakil Ketua Umum PPMKI Ikut Bergabung Keliling Dunia dari Yunani

Ekawan Raharja, Jurnalis dari Metrotvnews.com (Medcom) yang mengabadikan gambar saat saya berkendara langsung berteriak,”Gas yang kencang sambil berbelok! Kalau bisa sampai pasirnya terbang ya”. Seakan mendapat kritik jika saya kurang liar membawa C-HR ini, langsung saja saya tancap kembali mobil ini di depan Ekawan.

Memasuki lapangan tandus, saya langsung menginjak gas hingga kecepatan 50-60 km/jam. Area tersebut seakan jadi arena slalom bagi saya yang sangat penasaran dengan handling dari C-HR ini. Saya pun berbelok frontal dari kiri ke kanan, dan dari kanan ke kiri hingga membentuk angka 8.

Baca juga: Berdiri Lagi, ICC Kini Punya BikinICC

Saat membelokkan setir, komunikasi yang terjadi antara saya dengan mobil sangat baik. Mobil bergerak sesuai komando yang saya berikan. Suspensi depan dan belakang seakan membisikkan kepada saya untuk berkendara lebih liar. Hal tersebut saya lakukan hingga sekitar 4 menit sebelum saya ditelfon oleh Arvin, Public Relation Toyota untuk kembali ke lokasi awal.

Ah, mengganggu kesenangan saja. Dengan berat hati saya akhirnya langsung menuju lokasi awal untuk mengembalikan mobil.

Saya pun langsung mengambil kesimpulan jika mobil ini memang dikhususkan untuk berkendara sendirian tanpa supir. Rasa berkendara yang dihasilkan C-HR memang cukup menyenangkan. Jika mendapatkan kesempatan untuk test drive, saya pun akan melakukan hal yang sama untuk waktu yang lama. Atau diajak ke pegunungan dengan jalan berkelok ya.

Baca juga: Daftar Kendaraan Terbaik di IIMS 2018