Aturan Impor Vietnam Berubah, Toyota Indonesia Merugi

Pihak Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) baru saja merasakan imbas berubahnya aturan impor mobil yang masuk ke Vietnam. Puluhan ribu mobil yang di ekspor Toyota Indonesia terancam gagal masuk, dan berdampak pada kerugian.

Seperti diakui oleh Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur TMMIN yang mengatakan jika penundaan kegiatan ekspor ke Vietnam akan berdampak kedepannya. “Jika seperti ini terus akan berdampak,” terangnya sembari menutup rapat angka kerugian yang dialami.

Baca juga: Toyota Yaris dan Vios di Vietnam Terkena Recall, Indonesia?

Jumlah total mobil yang sudah di ekspor ke Vietnam mencapai 190 ribu. Toyota Fortuner menjadi penyumbang terbesar mencapai 35% dari jumlah seluruhnya. Jika dihitung terpisah, TMMIN mengekspor mobil sebanyak 12 ribu unit dalam satu tahun ke Vietnam selama periode Januari-November 2017.

Kerugian ekspor yang dirasakan oleh TMMIN memang belum dirasakan langsung. Namun ia juga mengatakan jika jumlah ekspor masih baik. “Kerugian dari ekspor memang belum signifikan. Tapi kalau bahas ekspor, jumlahnya masih 20% lebih dari penjualan domestik. Tetapi kalau berlanjut terus akan berdampak langsung ke TMMIN,” sambungnya.

Baca juga: Misteri Mengerikan Starter Toyota All New Rush

Mobil-mobil yang dijual di Vietnam dan didatangkan dengan status CBU kini harus lolos uji tipe dan emisi. Peraturan tersebut tertuang dalam regulasi pemerintah nomor 116 tentang Overseas Vehicle Type Approval (VTA). Akibat aturan itu, sejumlah merek otomotif menyetop ekspor mobil, salah satunya adalah Toyota Indonesia.