Apa Kata Konsumen Soal Toyota C-HR?

Perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD menjadi ajang para Agen Pemegang Merk (APM) untuk memamerkan sekaligus menyediakan unit tes untuk dicoba konsumen.

Toyota memanfaatkan ajang ini untuk memperkenalkan produk barunya, Toyota C-HR kepada calon konsumen. Kami dan beberapa konsumen ikut menjajal unit tes yang disiapkan. Sekian jam menunggu, akhirnya dapat konsumen untuk mencoba Toyota C-HR dan kami pun duduk di belakang sekaligus mencoba bagaimana rasanya duduk di belakang.

C-HR cukup nyaman bagi kami yang berpostur tinggi badan sekitar 177 cm dan headroom yang jaraknya lebih kurang satu telapak tangan terbuka. Pilar C didesain model coupe, sehingga kaca jendela untuk penumpang belakang menjadi kecil.

Bagi sebagian orang, duduk di belakang mungkin terasa sumpek lantaran kurangnya pencahayaan dari luar. Namun bagi kami sendiri, pilar seperti ini justru bisa mengurangi silau dan terasa lebih ada privacy ketika duduk di belakang.

Mobil ini dirancang driver oriented dan karakternya adalah sport. Jok depan mirip-mirip bucket seat. “Modelnya sporty, mirip-mirip mobil balap, fitur cukup lengkap,” ujar Juliman, Wiraniaga Auto 2000 Cikupa yang menemani kami.

Apakah hanya sebatas melihat tampang untuk meyakinkan konsumen? “Kami ajak untuk mencoba test drive, untuk merasakan tenaga dan kenyamanannya ketika di dalam kabin,” tambah Juliman.

Menurut Indah Fauzia, Wiraniaga Astrido Toyota Batutulis, fitur-fitur yang terdapat pada C-HR mirip-mirip dengan fitur yang ada pada Lexus. “Jadi seperti baby Lexus,” ujar Indah. “Mobil ini worth, sebanding dengan harganya,” ujar Abidin, Wiraniaga Auto 2000 Glodok.

Bagaimana respon konsumen setelah mencoba Toyota C-HR? “Bantingan empuk, perpindahan gigi halus, setir enteng,” ujar Benedictus Nicholas, mahasiswa. “Tarikan enak, respon mesin cepat, CVT tidak begitu nahan. Senyaman ini worth. Teknologinya juga bagus, fiturnnya sudah lebih lengkap,” tambahnya.

“Desain dan fitur bagus, tenaga dan tarikan halus, mudah dikendarai,” ujar Bharath, Account Manager. “Tapi harganya sedikit mahal,” katanya menambahkan.

“Driving enak, nyaman, bantingan suspensi enak, vibration hardness bagus,” ujar Arkey, personal trainer yang biasa mengendarai mobil lebih besar dari Toyota C-HR dan ketagihan mencoba Toyota C-HR sampai berkeliling 3 putaran area test drive.

“Enak” ujar Anthony Christianto, pengacara. Apakah harga segitu terasa menguntungkan? “Kalau harganya turun mungkin lebih menarik,” katanya.

Itu pendapat mereka. Ingin ikutan berpendapat? Coba unit test Toyota C-HR di Dealer Toyota terdekat, setelah itu boleh kasih komentar.

Baca juga:

Lexus LS+, Mobil Konsep Automated Driving Ada di GIIAS 2018
Ini Dia Toyota C-HR Modifikasi Tercepat di Dunia