Adventouring Sabang Bintang Bersatu, Peserta Mulai Masuk Jakarta

0
190

Peserta Adventouring 7.000 km to 0 Kilometer Sabang with Mercedes-Benz Bintang Bersatu, mulai memasuki Jakarta. Peserta pertama yang menginjak Ibu Kota adalah Suro Adhi Wibowo atau biasa dipanggil Pae Bowo dari Pekalongan dengan soulmate Memet Pekalongan dan Niko Jakarta. Ia mengendarai W202 C180, peserta dengan mobil berkapasitas mesin terkecil, yang sekaligus inisiator dari kegiatan ini. Pae Bowo tiba sejak Jumat (22/7). Peserta dari Jawa Timur yang sekaligus menjadi peserta terjauh, yakni Rinto dan istri berserta co-driver Gigih yang mengendarai W204 C200 CGI, diperkirakan memasuki Jakarta pada Sabtu malam (23/7).

Indonesian Motor Show 2018Indonesia International Motor Show

Peserta lain dari Jawa Timur (Surabaya dan Madiun) dan Jawa Tengah (Pekalongan, Boyolali, Semarang) mulai masuk Jakarta pada hari Minggu. Peserta terakhir yang berangkat dari Jawa Tengah adalah Aldien asal Pemalang yang menuju Jakarta hari Minggu malam. Aldien adalah Pegawai Negeri Sipil yang telah mempersiapkan cuti sejak jauh hari agar bisa mengikuti tur Sabang. Sementara peserta dari Jawa Barat (Bandung, Sumedang, Banten), akan langsung berkumpul di lokasi start, yaitu di Rest Area KM 13.5 Tangerang, Senin (25/7).

Peserta yang mengikuti tur ini harus lolos pemeriksaan kendaraan yang ketat, terkait perjalanan dengan jarak sejauh 7.000 km. Jalanan berlubang dan cuaca yang tak bisa ditebak menjadi kendala utama, sehingga kendaraan harus dapat menyesuaikan kondisi rute dan cuaca yang akan dilalui. Saat pemeriksaan (scrutineering), dua kendaraan tidak lolos yaitu W202 AMG dan W202 2.200 cc, keduanya peserta dari Jakarta.

W202 AMG milik Edwin Nusa yang berpasangan dengan Artha Joe dan Rio memiliki spesifikasi AMG. Mesin galak, bodi rendah khas mobil balap. Spesifikasi itu tidak sesuai untuk tur jarak jauh sehingga tidak lolos karena ketinggian per terlalu rendah, dikhawatirkan menimbulkan masalah di perjalanan. Edwin kemudian menukar W202 AMG dengan kendaraan pengganti G Class.

W202 2.200 cc tak lolos karena soal kesiapan. Menjelang tur Sabang, pemiliknya melakukan persiapan dengan mengecat ulang mobil ini agar terlihat segar, namun perkiraan waktunya meleset. Hingga hari yang ditentukan, beberapa komponen belum terpasang. W202 2.200 cc kemudian diganti dengan mobil cadangan C230 Kompressor.

Di antara daftar peserta, tersembul nama Gus Dudien, Deputy 202 Pekalongan District. Ia mengendarai W202 MT yang hampir selalu tampil di setiap kegiatan seperti tur dan pameran, bersama Bluessy, mobil kesayangannya itu. Bluessy pula yang akan menemani Dudien dalam tur Sabang dan telah dipersiapkan agar dapat menuntaskan perjalanan.

Nama lainnya adalah Donny, pendiri workshop Lintang Mandala Motor Jagakarsa Jakarta, yang biasa menangani mobil-mobil balap dan mobil koleksi Mercedes-Benz lainnya seperti seri Eagle. Dalam tur Sabang, Donny adalah Road Captain yang mengendarai W124 300E dengan kapasitas mesin yang telah ditingkatkan menjadi 3.300 cc, sekaligus menjadi peserta di jajaran kendaraan berkapasitas mesin besar pada tur ini.

Nama Doddy Moedjito juga terdaftar sebagai peserta tur Sabang, bahkan menjadi peserta pertama yang melakukan pendaftaran. Doddy mengendarai W202TE bermesin Carlsson 2.500 cc, kendaraan yang akan menjadi salah satu “artis” dalam tur Sabang karena bodi mobilnya yang estate. Ia ditemani co-driver Aditya dan Wawan.

Tur Sabang yang diselenggarakan Bintang Bersatu diikuti oleh 16 peserta dari berbagai kota di Jawa. Peserta tertua menggunakan Mercedes-Benz W123 dan termuda adalah W204. Peserta berangkat dari kota masing-masing dan start dari Jakarta pada 25 Juli menuju Sabang dan kembali lagi ke Jakarta pada 6 Agustus, lalu dilanjutkan ke kota masing-masing.

Dalam perjalanan menuju Sabang, MBC Medan dan MB W202 Medan telah menyatakan kesiapannya untuk mengiringi rombongan dari Parapat menuju Sabang, sementara teman-teman di Langsa siap menjamu peserta untuk minum kopi. Di Sabang peserta akan melakukan pelancongan sehari penuh dan dilanjutkan dengan berkeliling di Banda Aceh juga seharian penuh. Dari Sabang, baru ditentukan rute yang akan dilalui menuju Jakarta secara bersama-sama. “Di sini letak petualangannya. Mobil peserta juga tidak boleh dicuci sepanjang perjalanan,” kata Pae Bowo.

Kepada seluruh peserta, selamat datang di Jakarta.